Aduan Sapi Sakit Hampir Setiap Hari di PPU, Distan Minta Peternak Cepat Melapor

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Potret cek kesehatan hewan oleh Distan PPU.

Keterangan Foto: Potret cek kesehatan hewan oleh Distan PPU.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemantauan kesehatan ternak menjadi salah satu pekerjaan rutin Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Hampir setiap hari, laporan masyarakat masuk terkait kondisi ternak yang mengalami gangguan kesehatan, terutama sapi yang kehilangan nafsu makan hingga keluhan ringan lainnya. Minggu (25/10/2026).

Laporan tersebut menjadi salah satu sumber informasi bagi petugas untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan di tingkat peternak. Aduan yang disampaikan masyarakat kemudian ditindaklanjuti berdasarkan jenis keluhan dan kondisi ternak yang membutuhkan pemeriksaan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, mengatakan intensitas laporan yang masuk menunjukkan masih adanya kebutuhan pelayanan kesehatan hewan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Laporan dari masyarakat hampir setiap hari ada. Kebanyakan terkait sapi yang sakit, tidak mau makan, atau mengalami keluhan kesehatan lainnya. Namun, sejauh ini lebih banyak keluhan ringan,” ujar Ristu.

Laporan Peternak Jadi Dasar Pemantauan Kesehatan

Menurut Ristu, informasi dari peternak memiliki peran penting dalam membantu petugas mengetahui gangguan kesehatan yang dialami ternak. Dengan adanya laporan, kondisi hewan yang membutuhkan perhatian dapat segera diketahui sehingga langkah penanganan bisa disesuaikan dengan keluhan di lapangan.

“Keluhan yang paling sering kami terima biasanya ternak mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi seperti ini perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda ternak sedang mengalami gangguan kesehatan,” katanya.

Karena itu, peternak diharapkan tidak menunggu kondisi hewan semakin memburuk sebelum menyampaikan laporan kepada petugas. Informasi sejak awal dapat membantu proses pemeriksaan dan menentukan penanganan yang diperlukan.

Baca Lainnya:  DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sinergi Keamanan Hadapi Ancaman Daerah

Ristu menjelaskan, pelayanan kesehatan hewan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing ternak. Petugas akan menindaklanjuti laporan yang masuk sesuai kebutuhan pemeriksaan di lapangan.

“Kami berharap peternak segera menyampaikan laporan ketika melihat ternaknya mengalami perubahan kondisi, seperti tidak mau makan atau menunjukkan gejala sakit. Dengan begitu, petugas bisa mengetahui lebih awal dan menentukan penanganannya,” jelasnya.

Ketersediaan Pakan Masih Relatif Terjaga

Selain kesehatan hewan, ketersediaan pakan juga menjadi perhatian Distan PPU dalam mendukung keberlangsungan usaha peternakan masyarakat. Persoalan ini terutama perlu diantisipasi ketika memasuki periode cuaca kering yang dapat memengaruhi pertumbuhan rumput alami.

Baca Lainnya:  Anggota DPRD Samarinda Sebut Membangun Kota Tepian Harus Dengan Gotong Royong

Ristu menyebut, hingga saat ini pemenuhan kebutuhan pakan ternak di PPU masih relatif terkendali. Meskipun sebagian rumput alami mengalami kekeringan, kondisi tersebut belum menimbulkan kendala yang terlalu mengkhawatirkan bagi peternak.

Salah satu faktor yang membantu menjaga ketersediaan pakan adalah inisiatif sebagian peternak menanam rumput secara mandiri. Upaya tersebut menjadi alternatif ketika sumber pakan alami mulai berkurang akibat kondisi cuaca.

“Kalau pakan, alhamdulillah selama ini tidak ada kendala yang terlalu mengkhawatirkan. Walaupun rumput alam kering, sebagian peternak masih menanam rumput,” ungkap Ristu.

Ketersediaan pakan yang terjaga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan ternak. Sebab, kebutuhan pakan harus tetap dipenuhi agar kondisi kesehatan dan produktivitas hewan dapat dipertahankan.

Meski demikian, antisipasi tetap diperlukan apabila periode kering berlangsung lebih lama. Peternak perlu memperhatikan persediaan pakan dan menyiapkan alternatif agar kebutuhan ternak tidak terganggu ketika rumput alami semakin sulit diperoleh.

Pemantauan Rutin untuk Menjaga Produktivitas Ternak

Distan PPU mengingatkan peternak agar tidak hanya memperhatikan ketersediaan pakan, tetapi juga melakukan pemantauan kesehatan hewan secara rutin. Perubahan pola makan, perilaku, maupun kondisi fisik ternak perlu menjadi perhatian dalam kegiatan pemeliharaan sehari-hari.

Baca Lainnya:  Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kg Harus Diperketat Menjelang Ramadhan

Apabila ditemukan gangguan kesehatan, masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi hewan.

“Laporan dari peternak sangat membantu kami memantau kondisi ternak di lapangan. Dari informasi yang disampaikan masyarakat, kami bisa mengetahui persoalan kesehatan yang terjadi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” pungkas Ristu.

Dengan laporan yang disampaikan secara cepat, gangguan kesehatan diharapkan dapat diketahui lebih awal. Langkah ini penting untuk menjaga kondisi ternak sekaligus mengurangi risiko gangguan yang dapat memengaruhi produktivitas usaha peternakan.

Distan PPU berharap komunikasi antara peternak dan petugas kesehatan hewan terus terjaga. Dengan demikian, pelayanan pemeriksaan dapat lebih responsif, sementara ketersediaan pakan dan kesehatan ternak tetap menjadi perhatian dalam menjaga keberlangsungan peternakan masyarakat di PPU.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet
Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik
Sunggono Dorong Pariwisata Kukar Berkontribusi pada Pendapatan Masyarakat Jelang MTQH ke-46 Kaltim
Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas
Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027
Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman
DPRD Kukar Minta Kajian Akademis untuk Tentukan Penanganan Turap Taman Musik
Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:18 WITA

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet

Kamis, 5 November 2026 - 21:55 WITA

Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik

Selasa, 3 November 2026 - 20:37 WITA

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 20:12 WITA

Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WITA

Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Berita Terbaru