Lintasjejaring.com, Penajam – Sabut kelapa yang selama ini kerap dipandang sebagai sisa bahan pertanian mulai menunjukkan potensi ekonomi yang lebih besar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Melalui pengolahan menjadi cocopeat atau serbuk sabut kelapa, bahan baku lokal tersebut bahkan telah menjangkau pasar Taiwan. Sabtu (24/10/2026).
Capaian ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk olahan berbasis sumber daya daerah agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan PPU, Yuli Setiyowati, mengatakan cocopeat menjadi salah satu contoh pemanfaatan bahan lokal yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Produk tersebut berasal dari sabut kelapa yang diolah menjadi serbuk, kemudian dipadatkan agar lebih praktis dalam penyimpanan dan distribusi. Cocopeat umumnya digunakan sebagai media tanam, baik secara langsung maupun dicampurkan dengan tanah.
“Sabut kelapa kita ini sudah sampai ke Taiwan. Yang dikirim itu cocopeat, serbuk sabut kelapa yang bisa digunakan sebagai media tanam dan dicampur dengan tanah,” ujar Yuli.
Menurutnya, proses pengolahan menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai guna sabut kelapa. Bahan yang semula kurang dimanfaatkan dapat berubah menjadi produk yang memiliki fungsi jelas dan berpeluang dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.
“Selain diolah menjadi cocopeat, sabut kelapa juga bisa dibuat menjadi produk lain, seperti pot dan media tanam berbahan serat. Produk ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tanaman hias, termasuk anggrek,” kata Yuli.
Pasar Ekspor Membuka Peluang Pengembangan
Yuli menjelaskan, cocopeat yang dipasarkan ke Taiwan dikemas dalam bentuk balok setelah melalui proses pemadatan. Bentuk tersebut membantu mempermudah penanganan produk ketika dikirim kepada pembeli.
“Kalau yang ke Taiwan itu cocopeat. Serbuk sabut kelapanya dipres, kemudian dikemas dalam bentuk balok,” jelasnya.
Produk tersebut dikirim berdasarkan pesanan pembeli tanpa menonjolkan merek lokal pada kemasannya. Adapun jumlah pengiriman yang pernah dibahas diperkirakan mencapai sekitar dua ton atau lebih. Namun, angka pastinya masih perlu dipastikan melalui catatan transaksi.
“Kalau tidak salah, kemarin ada pesanan sekitar dua ton atau berapa. Produk itu dikirim tanpa merek dari kita karena memang pembelinya yang memesan,” ungkap Yuli.
Meski telah menjangkau pasar luar negeri, peluang pengembangan cocopeat tetap perlu diikuti kesiapan pelaku usaha. Kapasitas produksi, konsistensi kualitas, dan kesinambungan permintaan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar pemasaran dapat berkembang secara berkelanjutan.
Promosi Produk Lokal Perlu Diperluas
Di sisi lain, perkembangan pelaku usaha di PPU juga menunjukkan adanya peluang untuk menyesuaikan kegiatan produksi dengan pertumbuhan kawasan. Yuli menyinggung Suradi, pelaku usaha yang sebelumnya tinggal di Kecamatan Waru dan kini semakin aktif menjalankan usahanya di wilayah Sepaku.
“Perkembangan usaha perlu diikuti dengan kemampuan pelaku usaha dalam melihat peluang pasar. Karena itu, produk lokal yang dikembangkan jangan hanya terpaku pada satu jenis, tetapi juga perlu mencakup berbagai hasil olahan dan kerajinan yang berpotensi untuk dipasarkan,” papar Yuli.
Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan PPU turut memperkenalkan produk lokal melalui kegiatan pameran dan agenda promosi. Berbagai hasil usaha masyarakat dibawa untuk memperluas pengenalan produk kepada calon konsumen.
“Banyak produk kerajinan yang bisa kita bawa untuk dipromosikan. Harapannya, produk-produk lokal ini semakin dikenal dan peluang pasarnya semakin terbuka,” pungkasnya.
Pengalaman cocopeat yang telah menjangkau Taiwan memperlihatkan bahwa bahan baku daerah memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas melalui pengolahan yang tepat.
Dengan pengembangan produk, penjagaan mutu, dan promosi yang berkelanjutan, komoditas lokal diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat PPU.
(Mat/ADV)









