Home / PPU

Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto; Sekda Kab. PPU, Tohar. (Dok. BeritaPenajam)

Foto; Sekda Kab. PPU, Tohar. (Dok. BeritaPenajam)

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyasar perilaku pembakaran lahan yang masih terjadi di masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menilai pemerintah perlu memberi efek jera kepada pelaku agar kasus serupa tidak terus berulang. Selasa (15/09/2026).

Menurut Tohar, pemerintah tidak cukup hanya memadamkan api ketika karhutla terjadi. Pemerintah juga perlu mengurangi praktik pembakaran lahan yang kerap memicu munculnya titik api saat musim kemarau.

“Fakta empirisnya seperti itu, sebetulnya siapa yang mau memenjarakan orang. Jadi maksud saya, ketika lahan yang terbakar itu teridentifikasi, paling tidak ada shock therapy-nya,” kata Tohar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tohar Usulkan Pembinaan dan Wajib Lapor

Tohar mengusulkan pendekatan pembinaan bagi warga yang sengaja membakar lahan. Ia menilai pemerintah dapat memanggil pelaku, memberikan pembinaan, lalu mewajibkan mereka melapor secara berkala.

Baca Juga:  JMSI PPU Dilantik, Berkomitmen Tingkatkan Profesionalisme Media Siber

Menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan pelajaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko pembakaran lahan.

“Orang yang sengaja memang membakar itu diundang. Jangan dipenjarakan juga, mungkin wajib lapor dua sampai tiga kali,” ujarnya.

Tohar meyakini kebijakan itu dapat membuat masyarakat berpikir lebih matang sebelum menggunakan api untuk membersihkan lahan.

Baca Juga:  Waspada Banjir Dan Longsor, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perketat Pengawasan Zona Rawan

Karhutla Tambah Beban Petugas

Tohar mengingatkan bahwa kebakaran lahan tidak hanya merugikan pemilik lahan. Kebakaran juga memaksa petugas mengerahkan tenaga, waktu, dan peralatan untuk memadamkan api.

Setiap kejadian karhutla mendorong personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, dan TNI turun langsung ke lapangan. Mereka sering menghadapi kondisi cuaca panas dan medan yang sulit.

Karena itu, Tohar mengaku prihatin terhadap beban kerja para petugas yang harus berulang kali menangani kebakaran selama musim kemarau.

“Lelah mereka kalau setiap hari harus turun ke lapangan. Saya betul-betul empati karena ikut merasakan langsung saat ke lapangan,” tuturnya.

Pemkab Optimalkan Anggaran yang Ada

Di tengah upaya pengendalian karhutla, Pemkab PPU terus memanfaatkan anggaran yang saat ini tersedia. Pemerintah daerah belum mengalokasikan tambahan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) karena proses perubahan anggaran masih berlangsung.

Baca Juga:  Warga Pasar Petung Resah dengan Masalah Sampah yang Tak Kunjung Usai

Tohar mengatakan pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan penanganan karhutla sambil menunggu proses tersebut selesai.

“Jadi ya memanfaatkan anggaran yang ada dulu, nyicil sedikit-sedikit mengambilnya,” katanya.

Pemkab PPU berharap masyarakat ikut berperan aktif mencegah pembakaran lahan. Pemerintah menilai langkah pencegahan akan jauh lebih efektif daripada memadamkan kebakaran yang sudah terlanjur meluas.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi
Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU
Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar
Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih
Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang
Karhutla Kembali Membara di Sepaku, Tim Gabungan Kejar Titik Api Hingga kerahkan Caracal
Kualitas Udara PPU Memburuk, Mudyat Noor: Kiriman Dari Paser

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WITA

Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 14:38 WITA

Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Senin, 14 September 2026 - 18:54 WITA

Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU

Senin, 14 September 2026 - 18:16 WITA

Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WITA

Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih

Berita Terbaru

Karya Tulis

Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?

Selasa, 15 Sep 2026 - 16:32 WITA

Foto: Kepala Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Andi Trasodiharto. (Ist)

PPU

Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar

Senin, 14 Sep 2026 - 18:16 WITA