Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda bekerja sama dengan SMP Negeri 1 Loa Kulu menggelar pelatihan public speaking bertema “Berani Berbicara, Berani Berubah”.
Kegiatan ini diikuti siswa-siswi kelas VII dengan tujuan menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan keberanian dalam menyampaikan pendapat di depan umum.
Kepala SMPN 1 Loa Kulu, Fadriansyah, hadir membuka acara dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterampilan berbicara di depan umum merupakan bekal penting bagi masa depan siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berani berbicara adalah langkah awal menuju perubahan positif dalam diri setiap siswa. Dengan berbicara, kita belajar mengutarakan ide, meyakinkan orang lain, dan memberi pengaruh yang baik bagi lingkungan,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan pemateri dari mahasiswa KKN UINSI Samarinda yang berpengalaman dalam dunia public speaking. Materi mencakup teknik berbicara efektif, pengaturan intonasi, penggunaan bahasa tubuh, serta strategi mengatasi rasa gugup di hadapan audiens.

Selain teori, siswa juga mengikuti sesi role play, pembacaan puisi singkat, dan latihan perkenalan diri untuk mengasah keterampilan secara langsung.
Salah satu pemateri, Halimatus Sa’diah Putri dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, menekankan bahwa public speaking bukan sekadar berbicara lantang, melainkan kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, santun, dan memikat perhatian pendengar.
“Banyak yang mengira public speaking adalah bakat, padahal ini keterampilan yang bisa dilatih. Bahkan orang pemalu sekalipun bisa menjadi pembicara hebat jika terus berlatih dan percaya diri,” jelasnya.
Pemateri lainnya, Rizka Amalia dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, membagikan tips sederhana untuk mengatasi rasa gugup, seperti menarik napas dalam, tersenyum sebelum memulai, dan fokus pada pesan utama.
“Jangan takut salah. Kesalahan saat berbicara itu wajar. Justru dari kesalahan, kita belajar tampil lebih baik lagi,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keberanian mereka maju ke depan kelas. Beberapa siswa yang awalnya malu-malu akhirnya mampu menyampaikan cerita dan opini dengan percaya diri, bahkan menunjukkan bakat terpendam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat mengasah potensi diri, memperkuat rasa percaya diri, dan menjadi generasi yang mampu berkomunikasi efektif di berbagai situasi.
Kolaborasi KKN UINSI Samarinda dan SMPN 1 Loa Kulu menjadi bukti bahwa pembentukan karakter positif dapat dimulai dari keterampilan sederhana yang memberi dampak besar bagi masa depan.
(Sean)










