Dinas Pertanian PPU Apresiasi Panen Poktan Sipatuo di Desa Sesulu

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025 - 20:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dinas Pertanian PPU berdiri di tengah sawah dengan hasil panen padi varietas Impari 43 yang berhasil mereka tanam, sebagai simbol sukses dalam program pengembangan benih lokal di Desa Sesulu, Kecamatan Waru.

Foto: Dinas Pertanian PPU berdiri di tengah sawah dengan hasil panen padi varietas Impari 43 yang berhasil mereka tanam, sebagai simbol sukses dalam program pengembangan benih lokal di Desa Sesulu, Kecamatan Waru.

Lintasjejaring.com, Penajam — Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian Provinsi Kalimantan Timur menggelar gerakan panen padi di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kamis, (13/3/2025).

Kegiatan ini menggandeng Kelompok Tani (Poktan) Sipatuo sebagai bagian dari program pengembangan benih lokal.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengungkapkan, Poktan Sipatuo sukses menangkarkan benih padi varietas Impari 43. Benih tersebut kini telah menjadi sumber benih penjenis untuk petani lain di PPU, setelah melalui proses sertifikasi resmi dari Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Provinsi Kaltim.

Berdasarkan hasil pengukuran Badan Pusat Statistik (BPS), panen dari tiga petak ubinan menunjukkan hasil menggembirakan yakni 11,9 kilogram atau setara dengan 6,3 ton gabah kering panen per hektare.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di Kecamatan Waru yang setia mendampingi hingga masa panen ini,” ujar Gunawan.

Baca Juga:  Wabup PPU Sidak RSUD RAPB, Tekankan Layanan Ramah dan Cepat

Ia juga berharap program ini bisa diperluas, khususnya ke Kecamatan Babulu yang dikenal sebagai sentra padi terbesar di PPU.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menilai panen ini sebagai bukti nyata keberhasilan Poktan dalam mengelola benih secara mandiri.

Baca Juga:  PPU Minta RTR KSN Kaltim Perkuat Konektivitas, Babulu dan Kawasan Sekitar IKN

Ia mendorong agar program ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk mendukung ketersediaan benih secara berkelanjutan di PPU.

“Keberhasilan ini sejalan dengan arahan nasional dalam mendukung swasembada pangan. Semoga semakin banyak kelompok tani yang mengadopsi pola tanam efektif demi meningkatkan produksi dan kemandirian,” tutup Andi.

Dengan sinergi berbagai pihak, harapannya PPU semakin kokoh dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat
Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan
Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan
Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU
Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan
Dinkes PPU Atur Pemusnahan Obat Kedaluwarsa, Cegah Penyalahgunaan dan Pencemaran
BPBD PPU Terima Rp175 Juta, Tagihan Operasional Karhutla Jadi Prioritas
Dexlite Rp25.700 per Liter, DLH PPU Pangkas Armada Truk Sampah demi Efisiensi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:54 WITA

Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan

Berita Terbaru