Kabut Asap Karhutla Memperburuk Kualitas Udara, Disdikbud Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Surat edaran Pemkot Samarinda melalui Dinas Pendidikan Kota Samarinda terkait dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Foto: Surat edaran Pemkot Samarinda melalui Dinas Pendidikan Kota Samarinda terkait dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Lintasjejaring.com, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka, akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Disdikbud mengganti proses belajar mengajar dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang di mulai pada 17 hingga 19 September 2026. Kamis (17/09/2026).

Kebijakan tersebut mencakup seluruh satuan pendidikan. TK, PAUD, PNF, SKB, SD, dan SMP negeri maupun swasta wajib menjalankan pembelajaran secara daring selama tiga hari ke depan.

Kebijakan tersebut dikeliuarkan oleh Disdikbud Samarinda, melalui Surat Edaran Nomor 400.3.5/9187/100.01/2026 yang terbit pada 16 September 2026 kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan pihaknya mengambil keputusan setelah memantau kondisi udara bersama sejumlah instansi teknis.

Menurut dia, kabut asap meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

“Berdasarkan pemantauan dan koordinasi lintas instansi, kualitas udara di Samarinda saat ini masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap. Demi keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik, KBM tatap muka kami alihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh selama tiga hari,” kata Ibnu.

Pemkot Gelar Rapat Lintas Instansi

Pemerintah Kota Samarinda menggelar rapat koordinasi sehari sebelum menerapkan PJJ. Pemkot mengundang Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, BMKG Kota Samarinda, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), serta para camat dalam rapat tersebut.

Baca Juga:  Abdul Muis Serap Aspirasi Warga Lok Bahu Dalam Reses Dapil III

Peserta rapat menelaah perkembangan kualitas udara dan membahas dampaknya terhadap aktivitas pendidikan. Mereka kemudian merekomendasikan penghentian sementara pembelajaran tatap muka.

“Untuk sementara pembelajaran tatap muka kita hentikan dan dialihkan ke pembelajaran daring mulai 17 sampai 19 September,” ujar Ibnu.

Guru Tetap Jalankan Proses Belajar

Disdikbud meminta sekolah tetap menyelenggarakan kegiatan belajar selama masa PJJ. Guru dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.

Sekolah juga perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik di rumah. Selain itu, guru perlu memperkuat kegiatan literasi, pendidikan karakter, dan tugas terstruktur yang proporsional.

“Pembelajaran tetap berjalan. Kami meminta sekolah mengatur mekanisme PJJ yang efektif dan tidak membebani peserta didik dengan tugas yang berlebihan,” tegasnya.

Kepala sekolah dapat mengatur jadwal kerja guru dan tenaga kependidikan melalui sistem WFO maupun WFH secara bergiliran. Disdikbud mengajak orang tua untuk mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Baca Juga:  Minim Peminat, Pendaftaran PPPK Di Bulungan Diperpanjang Hingga 15 Januari

Ibnu menilai keterlibatan orang tua sangat penting untuk menjaga efektivitas proses belajar. Selain mendampingi belajar, orang tua juga perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah agar paparan asap tidak meningkat.

“Kami berharap meskipun kita terapkan PJJ, orang tua tetap bisa membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk meminimalisir paparan kabut asap. Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), perbanyak konsumsi air putih serta makanan bergizi,” ujarnya.

Sekolah juga perlu menjaga komunikasi dengan orang tua melalui grup kelas maupun media komunikasi daring lainnya.

Baca Juga:  Dispora Kaltim Dorong Generasi Muda Mendukung Perkembangan Olahraga di Daerah

Warga Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Ibnu mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti Kota Samarinda.

Ia meminta warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Kalaupun memang beraktivitas di luar rumah, harus tetap waspada, pakai masker yang dianjurkan, biar risikonya tidak begitu besar,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Disdikbud bersama instansi terkait secara bersama-sama akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan nilai ISPU. Tim pemantau, nantinya akan menelaah data harian sebelum pemerintah mengambil keputusan berikutnya.

Jika kualitas udara membaik, sekolah akan kembali membuka pembelajaran tatap muka. Sebaliknya, pemerintah dapat memperpanjang PJJ apabila kabut asap masih mengancam kesehatan masyarakat.

Surat Edaran Pemkot Samarinda

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Samarinda Gandeng Pramuka, Saka Anti Narkotika Disiapkan untuk Sasar Pelajar
Rancangan APBD Samarinda 2027 Capai Rp3,46 Triliun, Pemkot Prioritaskan Pelayanan dan Ekonomi
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
Samarinda Berkabut Asap, ISPU Capai 210 Tanda Kualitas Udara Buruk
FKUB Samarinda Kenalkan Keberagaman Agama kepada Puluhan Siswa SD Fastabiqul Khairat Lewat Lield Trip Lintas Agama
Angkut Perkakas Tukang, Pria Asal Samarinda Di Ringkus Polisi
Sukses Gelar Persami, SMP Negeri 3 Samarinda Tempa Karakter Kepemimpinan Siswa
Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:20 WITA

BNN Samarinda Gandeng Pramuka, Saka Anti Narkotika Disiapkan untuk Sasar Pelajar

Selasa, 22 September 2026 - 17:53 WITA

Rancangan APBD Samarinda 2027 Capai Rp3,46 Triliun, Pemkot Prioritaskan Pelayanan dan Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Kamis, 17 September 2026 - 10:04 WITA

Kabut Asap Karhutla Memperburuk Kualitas Udara, Disdikbud Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WITA

Samarinda Berkabut Asap, ISPU Capai 210 Tanda Kualitas Udara Buruk

Berita Terbaru