Lintasjejaring.com, SAMARINDA – Penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor kelapa sawit di Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, tetap memprioritaskan penggunaan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, dan penguatan sektor perkebunan berkelanjutan.
Penurunan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor kelapa sawit di Samarinda, dipengaruhi oleh mekanisme pembagian dari pemerintah pusat serta fluktuasi harga komoditas global. Meski demikian, pemerintah tetap mengarahkan pemanfaatan anggaran pada pembangunan infrastruktur penunjang perkebunan, dan program keberlanjutan, meskipun realisasinya harus dilakukan secara bertahap karena keterbatasan dana.
Kepala Bidang Penganggaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, Rachmat Hidayat, mengatakan alokasi DBH sawit pada 2026 mencapai sekitar Rp127 miliar, dari total anggaran Rp1,2 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk sektor perkebunan sawit nilainya sekitar Rp127 miliar. Itu bagian dari DBH yang kita terima,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar perkebunan sawit di Samarinda berada di kawasan Palaran dan wilayah utara kota.
Menurutnya, penurunan penerimaan DBH sawit dipengaruhi oleh mekanisme pembagian dari pemerintah pusat, serta fluktuasi harga komoditas.
“Trennya memang menurun. Itu dipengaruhi dari bagi hasil yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan,” jelasnya.
Untuk tahun ini, sekitar 80 persen anggaran DBH sawit dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan penunjang kawasan perkebunan.
“Sekitar 80 persen digunakan untuk pembangunan jalan,” katanya.
Sementara itu, 20 persen sisanya digunakan untuk ketahanan pangan dan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) kelapa sawit berkelanjutan.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas karena berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sektor perkebunan. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan dilakukan secara bertahap.
“Dengan anggaran sekitar Rp988 juta, pembangunan jalan mungkin hanya sekitar 100 meter,” tutupnya.
(Kinka)









