Massa Ojol Kepung Mako Brimob Kwitang, Protes Kematian Rekan Yang Terlindas Rantis

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kondisi Massa Demonstran yang melakukan aksi didepan Mako Brimob Polda Metro Jaya.

Foto : Kondisi Massa Demonstran yang melakukan aksi didepan Mako Brimob Polda Metro Jaya.

Lintasjejaring.com, Jakarta – Ratusan pengemudi Ojek Online (Ojol), kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Korps Brimob Polda Metro Jaya, Jalan Kwitang Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (29/8/2025) siang.

Massa memprotes, terkait wafatnya Affan Kurniawan, driver ojol yang diduga terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, saat aksi mahasiswa menolak kenaikan gaji DPR (Dewar Perwakilan Rakyat) RI, Kamis (28/8) lalu.

Baca Juga:  Perkuat Penanganan Kebakaran, Damkarmat Kutim Rangkul Relawan dan Perusahaan

Massa awalnya berkumpul, sekitar 200 meter dari Mako Brimob, sejak pukul 12.40 WIB. Meski dijaga ketat oleh personel TNI, yang berupaya untuk meredam situasi, massa terus bergerak maju hingga memenuhi depan markas. Sejumlah demonstran juga melempar botol air mineral, dan menyalakan kembang api, sementara teriakan protes menggema.

Situasi sempat beberapa kali, nyaris ricuh ketika gelombang massa dari arah lain bergabung, dan termasuk juga warga yang ikut meluapkan amarah. Polisi tetap berjaga di balik barisan, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi dialihkan. Kendaraan dari arah Salemba, dialihkan menuju Flyover Senen – Gunung Sahari, akibat dari kepadatan massa.

Baca Juga:  Realisasi Anggaran APBN, Kemenang berhasil menduduki peringkat ketiga.

Hingga sore hari, aksi masih berlangsung dengan tuntutan agar pihak kepolisian, dapat memberikan transparansi serta, pertanggungjawaban atas insiden yang merenggut nyawa Affan.

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:29 WITA

Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA