Pemkab PPU Genjot Pembentukan Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 - 19:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pelaksanaan sosialisasi percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di Aula Kantor Bupati.

Foto: Pelaksanaan sosialisasi percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di Aula Kantor Bupati.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mempercepat langkah dalam membentuk Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan.

Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Musyawarah Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih yang digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Jumat, (23/5/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah Tohar yang membuka acara secara langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir pula Kepala Dinas KUKM Perindag, Kepala Dinas PMD, camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten PPU, serta para notaris.

Acara ini juga terhubung secara daring dengan pihak Kementerian Pertanian, LPDB Kementerian Koperasi RI, dan Dinas KUKM Provinsi Kaltim.

Baca Juga:  Dishub PPU Matangkan Zonasi Pelabuhan, Buluminung untuk Kapal Sedang

Dalam sambutannya, Sekda Tohar menegaskan bahwa percepatan pembentukan koperasi menjadi agenda prioritas yang tak bisa ditunda.

Meski saat ini mayoritas desa dan kelurahan masih dalam tahap awal, pemerintah daerah disebutnya siap memberikan dukungan maksimal.

“KUKM Perindag akan menangani materi koperasi di tingkat kelurahan, sementara Dinas PMD bertugas menginisiasi pembentukan koperasi desa dengan bantuan fasilitator lapangan,” ujar Tohar.

Ia menambahkan, “Target kita saat ini adalah pembentukan struktur kelembagaan. Jenis usaha koperasi akan ditentukan sesuai potensi lokal yang ada.”

Tohar juga mengingatkan seluruh jajaran desa dan kelurahan untuk menyimak secara serius Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Merah Putih.

Baca Juga:  RPJMD PPU 2025–2029 Dimatangkan, Pemkab Dorong Sinergi Program Daerah

Menurutnya, kebijakan ini sudah final seperti halnya program prioritas nasional lainnya.

“Sekarang bukan waktunya membahas perlu tidaknya kebijakan ini, tapi bagaimana mekanisme pembentukannya,” tegasnya.

Sejauh ini, baru dua desa yang telah menetapkan koperasi secara resmi, yaitu Desa Gunung Makmur (Kecamatan Babulu) dan Desa Sungai Parit (Kecamatan Penajam).

Keduanya diharapkan menjadi contoh positif bagi desa dan kelurahan lain.

Namun, Tohar juga menyoroti belum semua wilayah menjadwalkan Musyawarah Desa (Musdes) untuk pembentukan koperasi.

Ia meminta surat edaran Bupati segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kecamatan, Dinas PMD, dan KUKM Perindag.

Baca Juga:  Wakil Bupati PPU Tinjau Langsung Seleksi PPPK Tahap Dua

“Kita harap 54 desa dan kelurahan bisa memenuhi target dalam waktu yang telah disepakati,” katanya optimistis.

Di akhir acara, Kepala Dinas KUKM Perindag dan Kepala Dinas PMD turut memberikan panduan teknis dan strategi percepatan.

Evaluasi ini diharapkan memberi dorongan konkret agar pembentukan Koperasi Merah Putih bisa segera terealisasi di seluruh wilayah PPU.

Langkah ini menjadi cermin keseriusan Pemkab PPU dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas pihak, besar harapan koperasi ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat
Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan
Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan
Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU
Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan
Dinkes PPU Atur Pemusnahan Obat Kedaluwarsa, Cegah Penyalahgunaan dan Pencemaran
BPBD PPU Terima Rp175 Juta, Tagihan Operasional Karhutla Jadi Prioritas
Dexlite Rp25.700 per Liter, DLH PPU Pangkas Armada Truk Sampah demi Efisiensi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:54 WITA

Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan

Berita Terbaru