Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Forum Komunikasi Keluarga Jawa (FKKJ) Kabupaten Bulungan menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan agenda utama memantapkan komitmen serta menyusun rencana program yang akan dilaksanakan hingga tahun 2028.
Raker yang berlangsung dengan semangat kekeluargaan ini, dipimpin langsung oleh Ketua FKKJ Kab. Bulungan, Drg. H. Imam Sujono, M.A.P.
Drg. H. Imam Sujono dalam sambutannya menjelaskan, bahwa FKKJ diharapkan dapat berfungsi sebagai wadah utama yang menaungi berbagai aspek kebudayaan masyarakat Jawa di Bulungan. Selain itu, FKKJ juga menjadi forum komunikasi yang lebih terstruktur antar masyarakat Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“FKKJ hadir untuk memperkuat ikatan sosial dan budaya masyarakat Jawa dan masyarakat secara umum di Bulungan,” ucap Drg. Imam.
Dengan harapan bahwa FKKJ Kab. Bulungan dapat menjadi wadah induk bagi paguyuban Jawa lainnya, FKKJ harus siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dari berbagai daerah asal Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
“FKKJ harus menjadi rumah bersama yang menaungi seluruh masyarakat Jawa di Bulungan, agar terjalin solidaritas dan sinergi dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ujar Drg. Imam.
Pada sektor kebudayaan, Drg. Imam menegaskan pentingnya FKKJ dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal masyarakat Jawa. Slaah satu harapan mendalam, ialah FKKJ mampu menjadi organisasi induk yang menaungi seluruh paguyuban Jawa.
“Kita ingin masyarakat Jawa yang ada di Bulungan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya leluhur, namun tetap bersinergi dengan masyarakat lain,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bulungan.
Tidak hanya itu, FKKJ juga berfokus pada sektor sosial kemanusiaan. Seperti membantu masyarakat Jawa yang mengalami kesulitan, musibah maupun hal-hal merugikan yang tidak terduga.
“Sosial kebudayaan juga menjadi rencana strategis dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial kemanusiaan, seperti membantu masyarakat yang terkena musibah atau mengalami sakit,” ungkapnya.
FKKJ diharapkan mampu mempererat hubungan antar paguyuban dari berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan harapan agar kebudayaan Jawa tetap hidup di tengah modernisasi.
“Seperti pepatah mengatakan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Mari kita bersama-sama membangun Bulungan yang lebih baik dengan semangat rukun, guyub, dan bersatu,” pungkasnya.
Disisi lain, Riyanto selaku Ketua Dewan Pelindung FKKJ Kab. Bulungan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Raker ini. Menurutnya, Raker FKKJ menjadi langkah strategis untuk merumuskan program-program yang akan dijalankan hingga tahun 2028.

“FKKJ ini sangat penting sebagai wadah komunikasi keluarga Jawa. Harapannya, program-program yang dirumuskan dapat menjangkau seluruh masyarakat Jawa, baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan,” ujar Riyanto.
Ia juga berharap FKKJ dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas, sehinnga akan terus memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan Kab. Bulungan.
“Keberadaan FKKJ harus menjadi inspirasi untuk memperkuat sinergi antara semua elemen masyarakat, tidak hanya di lingkup komunitas Jawa, tetapi juga dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bulungan secara keseluruhan,” imbuhnya.
Pemerintah daerah juga turut mendukung keberadaan FKKJ sebagai mitra strategis, dalam memajukan daerah. Dengan peran aktif di bidang sosial, budaya serta kemanusiaan, FKKJ diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat Jawa di Bulungan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pelopor dalam pembangunan sosial dan budaya. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak tahu tentang peran FKKJ,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kab. Bulungan periode 2024-2029.
Dengan adanya Raker ini, diharapkan FKKJ Bulungan semakin solid dan mampu membawa dampak positif, baik dalam menjaga tradisi budaya maupun memperkuat peran sosial masyarakat Jawa di Kabupaten Bulungan.
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen FKKJ Bulungan dalam membangun harmonisasi di tengah keragaman budaya di Bulungan.
(Zul)









