Peralatan Pemadam Rusak, Keselamatan Relawan Karhutla Samarinda Jadi Sorotan DPRD

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim.

Foto: Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Keselamatan relawan pemadam kebakaran menjadi perhatian di tengah meningkatnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda. Sejumlah peralatan pemadam dilaporkan mengalami kerusakan, sementara kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi petugas di lapangan masih perlu dipenuhi. Jumat (23/10/2026).

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko bagi relawan yang setiap hari berhadapan langsung dengan api. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengambil langkah untuk memperkuat fasilitas pemadaman.

Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya membiarkan relawan bekerja dengan peralatan yang sudah tidak layak digunakan. Ketersediaan perlengkapan yang memadai menjadi kebutuhan mendasar agar proses pemadaman berjalan lebih aman dan efektif.

Rohim juga menyoroti anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp13 miliar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan karhutla melalui mekanisme sesuai ketentuan.

“Dengan situasi kebakaran di mana-mana, menurut saya karhutla di Samarinda ditetapkan sebagai kondisi tanggap darurat, sehingga dana BTT bisa diakses untuk memenuhi semua fasilitas pemadaman kebakaran,” kata Rohim.

Desakan tersebut disampaikan setelah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur melaporkan adanya kerusakan sejumlah peralatan pemadam.

Rohim meminta pemerintah memprioritaskan penggantian perlengkapan yang sudah tidak berfungsi serta memenuhi kebutuhan APD bagi relawan. Menurutnya, keselamatan petugas harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap upaya penanganan kebakaran.

Ia menilai kebutuhan tersebut tidak selalu memerlukan anggaran besar. Pengadaan satu selang pemadam, misalnya, diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta.

“Kalau itu harus diakses dengan status tanggap darurat, ya oleh kota (Pemkot) ditetapkan saja. Ini terjadi setiap hari dan sudah berdampak,” ujarnya.

Karena itu, Rohim meminta pemerintah tidak menunda pemenuhan kebutuhan dasar relawan. Terlebih, mereka menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Samarinda.

Baca Lainnya:  Pasokan Ayam Potong Bulungan Defisit 6.500 Ekor per Hari, Syarwani Dorong Desa Kembangkan Peternakan

Selain persoalan peralatan, Rohim menyoroti belum optimalnya pemanfaatan anggaran BTT tahun 2026 untuk mendukung penanganan karhutla.

Ia menjelaskan, pemerintah kota perlu kembali menetapkan status tanggap darurat agar penggunaan anggaran tersebut dapat diakses sesuai ketentuan.

“Anggaran itu seharusnya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti pengadaan APD, memperbaiki peralatan yang rusak, hingga mengganti yang sudah tidak layak. Jangan sampai petugas kesulitan saat melakukan pemadaman hanya karena perlengkapannya belum tersedia,” papar Rohim.

Di sisi lain, Rohim menilai penanganan karhutla tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah kota. Dukungan pemerintah pusat diperlukan apabila skala kebakaran dan dampaknya semakin meluas.

Baca Lainnya:  Dispora Kaltim Latih Keterampilan Bisnis Atlet Melalui Program Pelatihan Kewirausahaan

Ia mengungkapkan, DPRD Samarinda telah menemui anggota DPR RI di Jakarta untuk menyampaikan kondisi karhutla serta kebutuhan penanganan di daerah.

Rohim berharap pemerintah pusat turut memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, termasuk mempertimbangkan penetapan karhutla sebagai bencana nasional apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Kita berharap pemerintah daerah segera memperkuat penanganan di tingkat kota, dan meminta pemerintah pusat mempertimbangkan penetapan karhutla sebagai bencana nasional,” pungkasnya.

(Abi/ADV/DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet
Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik
FKUB Samarinda Perluas Ruang Dialog Antarumat Beragama hingga 10 Kecamatan
501 Lowongan Kerja Dibuka di Samarinda, TPT Masih 5,31 Persen Jadi Tantangan
TPP Empat Bulan Pegawai Dua RSUD Kaltim Cair Rp102,52 Miliar, Sisa Anggaran Rp73 Miliar
Sunggono Dorong Pariwisata Kukar Berkontribusi pada Pendapatan Masyarakat Jelang MTQH ke-46 Kaltim
GERAM Tagih Enam Tuntutan, Pemprov Kaltim Jelaskan Karhutla hingga Gangguan Listrik
Bobol Dua ATM Usai Matikan CCTV, Pelaku Diduga Kabur ke Luar Kaltim, Polisi Kerahkan Tim Pemburu

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:18 WITA

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet

Kamis, 5 November 2026 - 21:55 WITA

Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik

Kamis, 5 November 2026 - 20:17 WITA

FKUB Samarinda Perluas Ruang Dialog Antarumat Beragama hingga 10 Kecamatan

Kamis, 5 November 2026 - 19:42 WITA

501 Lowongan Kerja Dibuka di Samarinda, TPT Masih 5,31 Persen Jadi Tantangan

Kamis, 5 November 2026 - 19:02 WITA

TPP Empat Bulan Pegawai Dua RSUD Kaltim Cair Rp102,52 Miliar, Sisa Anggaran Rp73 Miliar

Berita Terbaru