Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret cuaca Kota Samarinda dari wilayah Kecamatan Loa Bakung, di siang hari pada Senin (05/10/2026).

Foto: Potret cuaca Kota Samarinda dari wilayah Kecamatan Loa Bakung, di siang hari pada Senin (05/10/2026).

Lintasjejaring.com, Samarinda – Kabut asap Samarinda masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, di tengah kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat. BMKG memprakirakan cuaca di Samarinda masih didominasi awan hingga Kamis (8/10/2026), sehingga kondisi udara belum dipastikan segera membaik. Senin (05/10/2026).

Penurunan kualitas udara Samarinda terpantau sejak Sabtu (3/10/2026) pukul 18.00 WITA. Hingga Minggu (4/10/2026) siang, kondisi tersebut masih bertahan.

Prakirawan BMKG Samarinda, Muhammad Abil Nurjani, mengatakan cuaca berawan tebal masih mendominasi wilayah kota. Kondisi tersebut juga bersamaan dengan munculnya kabut asap di sejumlah kawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk kondisi cuaca Kota Samarinda hari ini didominasi berawan tebal, kemudian masih ada kabut asap yang menyelimuti wilayah kota,” ujar Abil.

Kualitas Udara Samarinda Masih Tidak Sehat

Menurut Abil, keberadaan kabut asap bukan hanya berdampak pada kondisi visual. Penurunan kualitas udara Samarinda menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian masyarakat.

“Terkait kualitas udara sendiri secara data sejak hari Sabtu (03/10/2026) pukul 18.00 WITA sore itu sudah menunjukkan kualitas udara kategori tidak sehat,” katanya.

Kondisi tersebut belum menunjukkan perbaikan signifikan berdasarkan pemantauan BMKG. Bahkan, kualitas udara masih memburuk hingga Minggu sore.

“Udaranya memburuk sampai hari Minggu 4 Oktober 2026 pukul 15.00 WITA,” jelasnya.

Situasi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama ketika kabut asap kembali terlihat pekat di sejumlah kawasan.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Ingatkan Rencana Chinatown Harus Jadi Proyek Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

BMKG Prediksi Samarinda Berawan hingga 8 Oktober

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap bertahannya kabut asap di Samarinda. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca masih cenderung berawan hingga 8 Oktober 2026.

“Tren cuaca sampai tanggal 8 Oktober itu untuk prakiraan cuaca masih berawan,” ungkap Abil.

Karena itu, kabut asap masih berpotensi bertahan selama belum terjadi hujan yang cukup untuk membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara.

“Jadi kemungkinan efek asap ini masih berlangsung,” ujarnya.

Meski begitu, hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara. Air hujan berpotensi membawa partikel yang berada di atmosfer turun ke permukaan sehingga konsentrasi asap dan polutan dapat berkurang.

“Nah, nanti misalnya ada hujan, itu kualitas udara mungkin bisa lebih membaik,” kata Abil.

Kebakaran Lahan di Sambutan dan Palaran

Selain kondisi cuaca, kebakaran lahan disebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya asap di Samarinda.

Baca Juga:  Sorot Pegawai Yang Sering Bolos, Wabup PPU Dorong Perda Ketertiban
Baca Juga:  DPRD Samarinda Soroti Dugaan Malapraktik Di RS Haji Darjad, Dorong Audit Etik Oleh IDI

BMKG menyebut kawasan Sambutan dan Palaran menjadi beberapa lokasi yang berkaitan dengan sumber asap yang terpantau.

“Penyebab asap tebal di awan salah satunya penyebabnya kebakaran di Sambutan kemarin ya maupun di daerah Palaran,” pungkas Abil.

Di tengah kondisi kualitas udara Samarinda yang masih tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara, perlu mendapat perhatian lebih selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Dengan prakiraan cuaca Samarinda yang masih berawan hingga 8 Oktober, masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla
Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam
DPRD Samarinda Desak PLN Buka Penyebab Pemadaman dan Target Perbaikan
Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional
Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas
Parkir Berlangganan Tak Wajib, DPRD Samarinda Minta Layanan Diperjelas
Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda Satukan Langkah Tangani Persoalan Aliran Air Loa Janan Ulu
Dinkes Kaltim Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Pendampingan Sasar 24 Faskes di Empat Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:08 WITA

DPRD Samarinda Desak PLN Buka Penyebab Pemadaman dan Target Perbaikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas

Berita Terbaru