Rancangan APBD Samarinda 2027 Capai Rp3,46 Triliun, Pemkot Prioritaskan Pelayanan dan Ekonomi

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 17:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun bersama Wakil Walikota Samarinda, Saefudin Zuhri.

Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun bersama Wakil Walikota Samarinda, Saefudin Zuhri.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 sebesar Rp3,46 triliun. Pemerintah mengarahkan anggaran tersebut untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus menjaga program sosial dan aktivitas ekonomi daerah. Selasa (22/09/2026).

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan rancangan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Samarinda, Senin (21/09/2026) malam. Andi Harun menjelaskan, Pemkot Samarinda menyusun anggaran dengan mengacu pada RPJMD Samarinda 2025-2029, RKPD 2027, serta KUA dan PPAS 2027.

Menurutnya, pemerintah ingin menghubungkan setiap belanja dengan target pembangunan. Karena itu, perangkat daerah harus mengarahkan penggunaan anggaran pada program yang memiliki hasil jelas bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini secara khusus untuk meningkatkan optimalisasi belanja, menjaga momentum pertumbuhan, menguatkan program sosial, pendidikan, dan kesehatan sehingga terus dapat berkelanjutan,” kata Andi Harun.

PAD Samarinda Ditargetkan Rp1,3 Triliun

Dari sisi pendapatan, Pemkot Samarinda mematok target sebesar Rp3,46 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang target Rp1,3 triliun dari total penerimaan tersebut.

Baca Juga:  Reses Di Sungai Pinang, Muhammad Andriansyah Serap Aspirasi Banjir Dan Longsor

Pemkot juga mengandalkan pendapatan transfer sebesar Rp2,1 triliun. Sementara itu, pemerintah menargetkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp14 miliar. Struktur tersebut menunjukkan peran PAD tetap penting dalam menopang pembiayaan pembangunan Kota Samarinda.

Pemkot kemudian menyusun belanja dengan nilai yang sama, yakni Rp3,46 triliun. Belanja operasi mengambil porsi terbesar dengan alokasi Rp2,98 triliun. Selanjutnya, pemerintah menyiapkan Rp438 miliar untuk belanja modal dan Rp36 miliar untuk belanja tidak terduga.

Alokasi belanja modal akan menopang pembangunan fisik serta berbagai kebutuhan infrastruktur. Sementara belanja operasi mencakup kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Sri Puji Astuti Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak Di Samarinda

UMKM Jadi Perhatian dalam APBD 2027

Selain pelayanan publik, Pemkot Samarinda juga memasukkan penguatan ekonomi daerah sebagai salah satu perhatian dalam penyusunan APBD 2027. Andi Harun menyebut sektor jasa, perdagangan, konstruksi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus mendapat perhatian pemerintah.

Pemerintah mengambil langkah tersebut di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih berjalan, tetapi mulai mengalami perlambatan.

“Terutama pada keberpihakan kita pada UMKM. Pertumbuhan ekonomi sampai saat ini kita bersyukur masih kuat, walaupun kita harus akui bahwa melambat,” ujarnya.

Menurut Andi Harun, pemerintah tetap melihat kondisi ekonomi dan inflasi yang terkendali sebagai modal untuk menjaga kesinambungan program pembangunan.

Pendidikan dan Kesehatan Tetap Masuk Prioritas

Pemkot Samarinda juga mempertahankan sejumlah sektor pelayanan dasar dalam arah kebijakan anggaran 2027. Perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur masuk dalam perhatian pemerintah.

Baca Juga:  Imigrasi Kelasi I TPI Samarinda Tangkap WNA Asal Suriah Atas Pelanggaran Izin VISA, Ancam 5 Tahun Penjara

Andi Harun menekankan, pemerintah tidak ingin APBD hanya menjadi daftar angka pendapatan dan belanja. Pemerintah ingin setiap alokasi anggaran memberi arah yang jelas terhadap pembangunan kota.

“Anggaran bukan sekadar angka. Di dalamnya ada arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, dan harapan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan total Rp3,46 triliun, rancangan APBD Samarinda 2027 akan menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga pelayanan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah. Pembahasan selanjutnya akan menentukan struktur akhir anggaran sebelum ditetapkan menjadi APBD.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Samarinda Gandeng Pramuka, Saka Anti Narkotika Disiapkan untuk Sasar Pelajar
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
Kabut Asap Karhutla Memperburuk Kualitas Udara, Disdikbud Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari
Samarinda Berkabut Asap, ISPU Capai 210 Tanda Kualitas Udara Buruk
FKUB Samarinda Kenalkan Keberagaman Agama kepada Puluhan Siswa SD Fastabiqul Khairat Lewat Lield Trip Lintas Agama
Angkut Perkakas Tukang, Pria Asal Samarinda Di Ringkus Polisi
Sukses Gelar Persami, SMP Negeri 3 Samarinda Tempa Karakter Kepemimpinan Siswa
Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:20 WITA

BNN Samarinda Gandeng Pramuka, Saka Anti Narkotika Disiapkan untuk Sasar Pelajar

Selasa, 22 September 2026 - 17:53 WITA

Rancangan APBD Samarinda 2027 Capai Rp3,46 Triliun, Pemkot Prioritaskan Pelayanan dan Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Kamis, 17 September 2026 - 10:04 WITA

Kabut Asap Karhutla Memperburuk Kualitas Udara, Disdikbud Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WITA

Samarinda Berkabut Asap, ISPU Capai 210 Tanda Kualitas Udara Buruk

Berita Terbaru