Lintasjejaring.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 sebesar Rp3,46 triliun. Pemerintah mengarahkan anggaran tersebut untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus menjaga program sosial dan aktivitas ekonomi daerah. Selasa (22/09/2026).
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan rancangan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Samarinda, Senin (21/09/2026) malam. Andi Harun menjelaskan, Pemkot Samarinda menyusun anggaran dengan mengacu pada RPJMD Samarinda 2025-2029, RKPD 2027, serta KUA dan PPAS 2027.
Menurutnya, pemerintah ingin menghubungkan setiap belanja dengan target pembangunan. Karena itu, perangkat daerah harus mengarahkan penggunaan anggaran pada program yang memiliki hasil jelas bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini secara khusus untuk meningkatkan optimalisasi belanja, menjaga momentum pertumbuhan, menguatkan program sosial, pendidikan, dan kesehatan sehingga terus dapat berkelanjutan,” kata Andi Harun.
PAD Samarinda Ditargetkan Rp1,3 Triliun
Dari sisi pendapatan, Pemkot Samarinda mematok target sebesar Rp3,46 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang target Rp1,3 triliun dari total penerimaan tersebut.
Pemkot juga mengandalkan pendapatan transfer sebesar Rp2,1 triliun. Sementara itu, pemerintah menargetkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp14 miliar. Struktur tersebut menunjukkan peran PAD tetap penting dalam menopang pembiayaan pembangunan Kota Samarinda.
Pemkot kemudian menyusun belanja dengan nilai yang sama, yakni Rp3,46 triliun. Belanja operasi mengambil porsi terbesar dengan alokasi Rp2,98 triliun. Selanjutnya, pemerintah menyiapkan Rp438 miliar untuk belanja modal dan Rp36 miliar untuk belanja tidak terduga.
Alokasi belanja modal akan menopang pembangunan fisik serta berbagai kebutuhan infrastruktur. Sementara belanja operasi mencakup kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
UMKM Jadi Perhatian dalam APBD 2027
Selain pelayanan publik, Pemkot Samarinda juga memasukkan penguatan ekonomi daerah sebagai salah satu perhatian dalam penyusunan APBD 2027. Andi Harun menyebut sektor jasa, perdagangan, konstruksi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus mendapat perhatian pemerintah.
Pemerintah mengambil langkah tersebut di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih berjalan, tetapi mulai mengalami perlambatan.
“Terutama pada keberpihakan kita pada UMKM. Pertumbuhan ekonomi sampai saat ini kita bersyukur masih kuat, walaupun kita harus akui bahwa melambat,” ujarnya.
Menurut Andi Harun, pemerintah tetap melihat kondisi ekonomi dan inflasi yang terkendali sebagai modal untuk menjaga kesinambungan program pembangunan.
Pendidikan dan Kesehatan Tetap Masuk Prioritas
Pemkot Samarinda juga mempertahankan sejumlah sektor pelayanan dasar dalam arah kebijakan anggaran 2027. Perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur masuk dalam perhatian pemerintah.
Andi Harun menekankan, pemerintah tidak ingin APBD hanya menjadi daftar angka pendapatan dan belanja. Pemerintah ingin setiap alokasi anggaran memberi arah yang jelas terhadap pembangunan kota.
“Anggaran bukan sekadar angka. Di dalamnya ada arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, dan harapan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan total Rp3,46 triliun, rancangan APBD Samarinda 2027 akan menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga pelayanan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah. Pembahasan selanjutnya akan menentukan struktur akhir anggaran sebelum ditetapkan menjadi APBD.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









