Menuju Panggung Dunia, Borneo Cantata Dinilai Belum Dapat Perhatian Maksimal

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 15:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Audiensi Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata Dengan DPRD Kota Samarinda,

Foto : Audiensi Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata Dengan DPRD Kota Samarinda,

LintasJejaring.com, SAMARINDA, – Dukungan terhadap sanggar paduan suara Borneo Cantata menguat, setelah audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Kelompok seni yang telah berdiri selama 18 tahun ini dinilai sebagai aset daerah yang layak mendapat perhatian lebih, terutama menjelang keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional.

Borneo Cantata adalah sanggar paduan suara asal Samarinda yang telah berdiri selama sekitar 18 tahun, dan beranggotakan talenta lokal dengan latar belakang beragam, yang secara konsisten mengembangkan seni vokal hingga mampu tampil dan berkompetisi di tingkat internasional, sehingga dipandang sebagai aset budaya daerah yang merepresentasikan identitas, serta potensi seni Kota Samarinda di kancah global.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, menegaskan bahwa keberadaan Borneo Cantata tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Ini luar biasa. Mereka sudah sampai ke luar negeri, bahkan di Korea Selatan hanya lima negara yang diundang. Tapi jujur, perhatian pemerintah selama ini belum maksimal,” ujarnya.

 

Ia menilai, keterbatasan latar belakang anggota, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan, membuat ruang gerak mereka terbatas. Namun, hal itu tidak menghalangi prestasi yang telah diraih.

“Kalau kita tidak support, kasihan juga. Ini aset kota, aset provinsi, bahkan aset nasional yang harus kita pertahankan dan kembangkan,” tegasnya.

Yakob juga menekankan bahwa wacana menjadikan Kota Samarinda, sebagai kota musik harus diiringi dengan tindakan nyata.

“Kalau cuma bilang ‘kota musik’ tapi tidak ada dukungan, itu cuma slogan. Pemerintah harus hadir, termasuk lewat anggaran dan fasilitas,” katanya.

Ia memastikan DPRD akan mendorong dukungan konkret, termasuk kemungkinan skema pembinaan hingga keterlibatan anggota dewan sebagai “bapak angkat”.

“Kita dorong terus. Bahkan ada komitmen untuk membantu operasional dan pembinaan mereka, supaya tetap eksis dan berkembang lebih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota (Disdikbud) Kota Samarinda, Barlin Ady Kesuma, menyampaikan bahwa pemerintah kota juga siap memberikan dukungan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Mereka akan mengikuti kompetisi internasional, jadi tentu kita harus support. Ini membawa nama Samarinda, Kalimantan Timur, bahkan Indonesia,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan tidak hanya sebatas wacana, tetapi akan dihitung secara konkret melalui proses penganggaran.

“Kita akan hitung dulu kemampuan support-nya, kemudian didiskusikan dengan BPKD, Bappeda, dan tim anggaran. Jadi tetap sesuai mekanisme,” ujarnya.

Barlin juga menekankan pentingnya peran seni dalam pembangunan kota.

“Kita tidak bisa hanya fokus infrastruktur. Seni budaya seperti ini juga harus dapat perhatian, baik dari sisi anggaran, pembinaan, maupun fasilitas,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Borneo Cantata menjadi bagian dari identitas Samarinda sebagai kota musik.

“Kalau kita ingin dikenal sebagai kota musik, maka pelaku seninya harus kita dukung. Tidak bisa setengah-setengah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya apresiasi terhadap talenta lokal, agar mampu bersaing di tingkat global.

“Peradaban itu dibangun dari penghargaan terhadap prestasi warganya sendiri. Jangan hanya kagum dengan luar, tapi yang di dalam justru kita abaikan,” tutupnya.

 

Baca Juga:  Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?
Baca Juga:  Ormas Tak Sama dengan Preman, Adnan Faridhan Minta Masyarakat Tak Terkecoh

(Kinka)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Berita Terbaru