LintasJejaring.com, SAMARINDA, – Dukungan terhadap sanggar paduan suara Borneo Cantata menguat, setelah audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Kelompok seni yang telah berdiri selama 18 tahun ini dinilai sebagai aset daerah yang layak mendapat perhatian lebih, terutama menjelang keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional.
Borneo Cantata adalah sanggar paduan suara asal Samarinda yang telah berdiri selama sekitar 18 tahun, dan beranggotakan talenta lokal dengan latar belakang beragam, yang secara konsisten mengembangkan seni vokal hingga mampu tampil dan berkompetisi di tingkat internasional, sehingga dipandang sebagai aset budaya daerah yang merepresentasikan identitas, serta potensi seni Kota Samarinda di kancah global.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, menegaskan bahwa keberadaan Borneo Cantata tidak bisa dipandang sebelah mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini luar biasa. Mereka sudah sampai ke luar negeri, bahkan di Korea Selatan hanya lima negara yang diundang. Tapi jujur, perhatian pemerintah selama ini belum maksimal,” ujarnya.
Ia menilai, keterbatasan latar belakang anggota, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan, membuat ruang gerak mereka terbatas. Namun, hal itu tidak menghalangi prestasi yang telah diraih.
“Kalau kita tidak support, kasihan juga. Ini aset kota, aset provinsi, bahkan aset nasional yang harus kita pertahankan dan kembangkan,” tegasnya.
Yakob juga menekankan bahwa wacana menjadikan Kota Samarinda, sebagai kota musik harus diiringi dengan tindakan nyata.
“Kalau cuma bilang ‘kota musik’ tapi tidak ada dukungan, itu cuma slogan. Pemerintah harus hadir, termasuk lewat anggaran dan fasilitas,” katanya.
Ia memastikan DPRD akan mendorong dukungan konkret, termasuk kemungkinan skema pembinaan hingga keterlibatan anggota dewan sebagai “bapak angkat”.
“Kita dorong terus. Bahkan ada komitmen untuk membantu operasional dan pembinaan mereka, supaya tetap eksis dan berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota (Disdikbud) Kota Samarinda, Barlin Ady Kesuma, menyampaikan bahwa pemerintah kota juga siap memberikan dukungan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Mereka akan mengikuti kompetisi internasional, jadi tentu kita harus support. Ini membawa nama Samarinda, Kalimantan Timur, bahkan Indonesia,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan tidak hanya sebatas wacana, tetapi akan dihitung secara konkret melalui proses penganggaran.
“Kita akan hitung dulu kemampuan support-nya, kemudian didiskusikan dengan BPKD, Bappeda, dan tim anggaran. Jadi tetap sesuai mekanisme,” ujarnya.
Barlin juga menekankan pentingnya peran seni dalam pembangunan kota.
“Kita tidak bisa hanya fokus infrastruktur. Seni budaya seperti ini juga harus dapat perhatian, baik dari sisi anggaran, pembinaan, maupun fasilitas,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Borneo Cantata menjadi bagian dari identitas Samarinda sebagai kota musik.
“Kalau kita ingin dikenal sebagai kota musik, maka pelaku seninya harus kita dukung. Tidak bisa setengah-setengah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya apresiasi terhadap talenta lokal, agar mampu bersaing di tingkat global.
“Peradaban itu dibangun dari penghargaan terhadap prestasi warganya sendiri. Jangan hanya kagum dengan luar, tapi yang di dalam justru kita abaikan,” tutupnya.
(Kinka)









