Produksi Sawit Kaltim Turun Jadi 18,67 Juta Ton, Lahan Capai 1,46 Juta Hektar

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Perkebunan Kelapa Sawit Kalimantan Timur

Foto : Perkebunan Kelapa Sawit Kalimantan Timur

Lintasjejaring.com, Samarinda – Luas lahan kelapa sawit terbentang luas mencapai luas 1,46 Juta Hektar. Akan tetapi, produksi Tandan Buah Segar (TBS), telah menurun hingga 18,67 juta ton. Rabu (01/10/2025).

Sektor ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim), pada sub kelapa sawit, terus bergerak secara dinamis. Tercatat bahwa, pada akhir September 2025 ini, penurunan terus berlangsung. Berdasarkan penjelasan Yusinar Juliana, selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, produksi kelapa sawit di tahun 2024 dan 2025, lebih menurun jika dibandingkan, dengan produksi di tahun 2023.

Baca Juga:  Dispora Kaltim Soroti Aspek Pengamanan Selama Penyelenggaraan Kejuaraan Sepakbola Piala Gubernur 2024

Tercatat, bahwa pada tahun 2023, lahan kelapa sawit, telah mencapai angka 1,33 Juta Hektar dengan total produksi 20,71 Juta Ton TBS. Hal ini mengakibatkan, berkurangnya jumlah produksi hingga 2,04 Juta Ton TBS di Kaltim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun mengalami penurunan, Kabupaten Kutai Timur masih memegang produksi TBS. Diketahui bahwa, ada seluas 40% atau 41,57% lahan Kelapa Sawit, yang merupakan wilayah produksi Kabupaten Kutai Timur.

“Kabupaten Kutai Timur masih mendominasi, walaupun produksi telah menurun, untuk Kabupaten Kutai Kartanegara, kontribusi mencapai angka 18,46% dan Berau dengan angka14,92 persen,” jelasnya.

Sedangkan untuk Paser, Pangsa nya mencapai angka 14,80 persen, Kutai Barat dengan angka 6,60% dan PPU 3,14%.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Pertukangan di Kutai Timur : Kerugian Negara Capai Rp1,39 Miliar

Yusniar menekankan, bahwa jika sektor perkebunan tetap memiliki peran yang strategis, dalam proses terbentuknya ketahanan ekonomi bagi Kaltim.

“Perkebunan ini masih memiliki peranan yang cukup penting, dalam perputaran roda ekonomi, selain ekonomi ekstraktif ya,” ucapnya.

Untuk itu, ia menekankan agar strategi peningkatan produktivitas ekonomi, di sektor perkebunan dapat disesuaikan, dengan kebutuhan dan fakta di lapangan.

“Strategi yang tepat, akan menjadi kunci dari kemajuan roda perekonomian pada sektor perkebunan di Kaltim,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Bagus Tekankan Pentingnya Mencari Generasi Penerus Atlet Disabilitas

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan
Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Berita Terbaru