Pemindahan TBBM Pertamina Samarinda Masih Terganjal Lelang, DPRD Minta Kepastian

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Rapat Dengan Pendapat (Hearing) antara Komisi 1 DPRD Kota Samarinda, dan Pertamina Patra Niaga.

Foto : Rapat Dengan Pendapat (Hearing) antara Komisi 1 DPRD Kota Samarinda, dan Pertamina Patra Niaga.

Lintasjejaring.com,Samarinda –  menindaklanjuti perihal tuntutan masyarakat terkait dengan, rencana pemindahan Pertamina Fuel Terminal (FT), milik Pertamina Patra Niaga yang berlokasi di Kelurahan Teluk Lerong Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Area Manager Communication, Relation dan CSR, menyebutkan bahwa persoalan ini masih dalam proses pelelangan. Rabu (01/10/2055).

Pada Rabu dini hari, Komisi I DPRD Kota Samarinda, telah duduk bersama dengan pihak Pertamina Patra Niaga Regional Samarinda, untuk mendengarkan terkait progres rencana pemindahan FT, atau Terminal Bahan Bakar Minya (TBBM), milik Pertamina ke Kecamatan Palaran.

Sebelumnya, rencana pemindahan FT atau TBBM Pertamina Regional Samarinda, telah lama dilirik dan bergulir, sejak tahun 2023 silam. Publik juga ikut menyoroti persoalan ini, berlandaskan pada kekhawatiran masyarakat, jika musibah naas dapat terjadi sewaktu – waktu dan dapat menimpa masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kondisi ini, usai Hearing, anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, mengatakan bahwa jika Hearing kali ini, dilakukan untuk dapat mengetahui tentang bagaimana, progres rencana pemindahan TBBM tersebut.

“Kita masih mencari informasi konkrit, jangan sampai ada Miss informasi lagi, karena wacana relokasi ini sudah sangat lama dibahas, akan tetapi hingga kini, belum ada langkah konkrit yang dicapai,” ucapnya.

Diketahui, bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Samarinda, sedang menunggu hasil dari proses pelelangan, yang sedang berlangsung di Perusahaan induk plat merah negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pertamina.

“Makanya kita akan panggil Patra Niaga, untuk bisa memberikan informasi terkait, kapan pemindahan akan dilakukan. Dari Patra Niaga sendiri, menyampaikan bahwa kalau masih ada tahapan penetapan pemenang,” tuturnya.

Disisi lain, menurut Andi Harun selaku Walikota Samarinda, letak posisi TBBM tersebut juga menganggu proses pengendalian air banjir, pasca hujan. Hal ini dikarenakan, didaerah tersebut, terdapat aliran anak sungai Manggis yang bermuara di Sungai Besar Mahakam.

Baca Juga:  Novel Menawan : Sayap Berlian Siap Diluncurkan, Kisah Kakak - Beradik Melawan Kejamnya Bullying dan Takdir

Perlu diketahui bahwa, Sungai Manggis sendiri terhubung dengan drainase Jalan Manggis, Polder Gang Indra, hingga drainase Jalan Cendana, yang langsung mengarah ke Sungai Mahakam, sebagai pembuangan terakhir air banjir.

“Ya kita berharap agar proses lelang di Jakarta, bisa segera mendapatkan hasil pemenangnya, besar harapan kami semua, agar kita bisa menyaksikan ground breakingnya nanti,” harapnya.

Edi Mangun, selaku Area Manager Communication, Relation and CST Pertamina Patra Niaga Regional Samarinda, mengungkapkan bahwa dirinya, akan terus berkomunikasi dengan pihak Pertamina Induk, terkait dengan perkembangan rencana pemindahan TBBM ke Kecamatan Palaran.

“Sebetulnya Perusahaan sendiri saat ini, kerap berkomunikasi dengan Pihak Pertamina Induk, agar dapat menjawab keresahan masyarakat, yang berdampingan dengan RBBM ini,” jelasnya.

Walupun demikian, ia juga menyinggung terkait dengan posisi awal berdirinya TBBM Pertamina Patra Niaga tersebut. Ia menjelaskan, bahwa antara masyarakat maupun Pertamina, lokasi tersebut pertama kali dihuni oleh PT. Pertamina Patra Niaga, sebagai lokasi yang strategis untuk TBBM.

“Kalau bicara siapa yang pertama kali datang, tentunya pihak Pertamina lebih awal menempati lahan itu, tapi saya tekankan, kita tidak bicara perihal itu lagi, melainkan tentang bagaimana Kota Samarinda dapat berkembang,” katanya.

Ia juga menyadari, bahwa masyarakat juga membutuhkan ruang untuk hidup, dan lingkungan yang aman untuk bermukim. Disatu sisi, Patra Niaga juga memiliki progres pembangunan, dalam jangka waktu yang panjang.

“Kalau untuk pemindahan sendiri, perihal ini merupakan ranah dari Pertamina Pusat. Kamu di Regional, hanya berfokus pada operasional saja. Namun, yang jelas hasil dari rapat ini, akan kami notulensikan dan kirim ke pusat,” tegasnya.

Ia juga menginformasikan, bahwa proses pemindahan telah sampai, di tahap pelelangan. Untuk lebih detailnya, masih menunggu pemenang lelang dari pihak swasta, yang akan mengerjakan proses infrastrukturnya.

“Di Palaran sendiri, lahan telah disiapkan dan merupakan lahan kosong, untuk sekarang di Jakarta, tengah lelang untuk menunjuk siapa yang siap, untuk mengerjakan pembangunan secepatnya,” katanya.

Untuk informasi luas lahan sendiri, saat ini diketahui bahwa luas lahan baru, untuk TBBM itu sekitar 10 Hektar.

Baca Juga:  Frans Lewi Ajak Perusahaan Berkolaborasi Untuk Perbaikan Jalan Pesisir Berau
Baca Juga:  Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Pertukangan di Kutai Timur : Kerugian Negara Capai Rp1,39 Miliar

Sebelumnya, telah dikatakan bahwa DPRD Kota Samarinda, telah memanggil pihak Pertamina Patra Niaga, sebanyak 3 kali. Akan tetapi, pihak Pertamina Patra Niaga, baru hari ini dapat memenuhi panggilan.

“Kalau soal itu sedang kami telusuri, apakah itu menjadi kesalahan dari pihak kami, sehingga pihak kami tidak menerima, dua surat pemanggilan sebelumnya atau seperti apa, karena posisinya pimpinan kami, tidak menerima kedua surat pemanggilan tersebut,” pungkasnya.

Maka dari itu, dirinya mengakui bahwa proses tindak lanjut, untuk keberadaan surat tersebut sedang di telusuri, oleh pihak Pertamina Patra Niaga.

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas
150 PNS Bulungan Kantongi Satya Lencana, Syarwani: Ini Bukan Sekadar Penghargaan Masa Kerja
Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan Siswa SMP di Nunukan, Korban Diduga Diberi Tuak Hingga Mabuk
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
HUT Polwan ke-78, Polres Berau Dorong Polisi Wanita Adaptif Hadapi Era Digital
Kurangi Efek Kemarau Panjang, Polda Kaltara Siram Jalan Untuk Kurangi Debu
Kemarau Tekan Cadangan Air Balikpapan, Puluhan Ribu Pelanggan Hadapi Pengurangan Jam Layanan
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:32 WITA

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 September 2026 - 09:08 WITA

150 PNS Bulungan Kantongi Satya Lencana, Syarwani: Ini Bukan Sekadar Penghargaan Masa Kerja

Rabu, 9 September 2026 - 08:21 WITA

Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan Siswa SMP di Nunukan, Korban Diduga Diberi Tuak Hingga Mabuk

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Rabu, 9 September 2026 - 07:50 WITA

Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA