Panen Jagung di PPU, Bukti Sinergi Sektor Pertanian dan Industri

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025 - 21:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Berpose bersama usai panen jagung sebagai simbol sinergi dan dukungan terhadap pertanian lokal.

Foto: Berpose bersama usai panen jagung sebagai simbol sinergi dan dukungan terhadap pertanian lokal.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggeber berbagai langkah strategis untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Salah satu inovasi yang tengah berjalan adalah pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya tidak produktif menjadi area tanam yang menjanjikan.

Kolaborasi apik terjalin antara Kelompok Tani Jagung “Sawit Lestari” di Desa Giri Mukti bersama jajaran Polres PPU, didukung penuh oleh Pemkab PPU, Kodim 0913 PPU, serta Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan panen bersama dilaksanakan di hamparan lahan 10 hektare di Jalan Raya Silkar, Desa Giri Mukti.

Bupati PPU, Mudyat Noor, yang ikut hadir pada momen panen ini mengapresiasi dukungan Pertamina yang meminjamkan lahan tidur agar bisa dimanfaatkan untuk pertanian produktif.

Baca Juga:  PAD Pelabuhan Buluminung PPU Baru Terealisasi Rp3,9 Miliar, Loading Batu Bara Masih Tertunda

“Lahan ini jadi bukti nyata sinergi lintas sektor yang mengubah area tidur menjadi lahan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” ujarnya, Selasa, (29/4/2025).

Menurut Mudyat, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk memajukan pertanian PPU, bukan hanya sebagai lumbung padi di Kalimantan Timur, tapi juga dalam komoditas jagung dan potensi pengembangan peternakan ke depannya.

Bupati mengungkap rata-rata hasil panen jagung di lokasi mencapai 5,5 ton per hektare. Meski masih di bawah rata-rata nasional, yang sekitar 7 ton per hektare, potensi pertanian jagung di PPU tetap menjanjikan.

Baca Juga:  Safari Ramadhan di Babulu Laut, Bupati PPU Ajak Masyarakat Bersinergi

“Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator agar petani tak terbebani urusan pemasaran setelah panen,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan menyeluruh produksi jagung sebagai langkah awal pembentukan industri hilir.

Menurutnya, hilirisasi pertanian adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan petani.

“Hilirisasi bukan hanya untuk sektor tambang atau migas, tapi juga pertanian yang bisa membuka peluang usaha baru serta lapangan kerja,” tambahnya.

Mudyat memaparkan harga jagung di tingkat petani saat ini sekitar Rp5 juta per ton, masih di bawah harga nasional Rp6-7 juta per ton.

Ini menjadi alasan pentingnya kehadiran mitra industri untuk memperlancar pemasaran dan meningkatkan keuntungan petani.

Baca Juga:  Layanan Adminduk Mulai Mendekat ke IKN, Disdukcapil PPU Siapkan Perluasan untuk Warga Sepaku

Melihat visi jangka panjang, Bupati berharap PPU tak hanya bisa swasembada pangan, tapi juga swasembada daging.

Ia ingin beberapa desa di PPU menjadi contoh pertanian terpadu yang meliputi tanaman pangan seperti padi dan jagung, peternakan sapi, dan perikanan, mengadopsi pola sukses dari daerah lain.

“Kalau semua bisa terintegrasi dengan baik, termasuk pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk, kita akan mencapai kemandirian pangan secara utuh. Ini potensi besar yang harus kita kelola serius,” pungkas Mudyat.

Panen jagung tersebut juga diisi dengan penyerahan bibit jagung kepada petani dan personel Polres PPU serta penanaman bibit sebagai bagian dari program berkelanjutan. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat
Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan
Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan
Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU
Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan
Dinkes PPU Atur Pemusnahan Obat Kedaluwarsa, Cegah Penyalahgunaan dan Pencemaran
BPBD PPU Terima Rp175 Juta, Tagihan Operasional Karhutla Jadi Prioritas
Dexlite Rp25.700 per Liter, DLH PPU Pangkas Armada Truk Sampah demi Efisiensi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:54 WITA

Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan

Berita Terbaru