Lintasjejaring.com, Penajam – Komitmen Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam memperkuat tata kelola desa kini semakin nyata lewat kolaborasi strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) PPU.
Pada Kamis, (15/5/2025), program bertajuk “Jaksa Garda Desa” atau disingkat “Jaga Desa” resmi diperkenalkan kepada publik di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu.
Program ini hadir sebagai langkah proaktif untuk memperkuat struktur kelembagaan desa, membekali perangkat desa dengan pemahaman hukum, serta mendorong terciptanya pemerintahan desa yang bersih dan bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluncuran program tersebut disambut antusias oleh para kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga jajaran perangkat desa dari berbagai wilayah di PPU.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, yang hadir langsung di lokasi, menekankan bahwa pemahaman aspek hukum menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa.
“’Jaga Desa’ bukan hanya program pendampingan, tapi bentuk nyata dukungan agar pemerintah desa bisa menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, khususnya dalam menerapkan aturan dan mengelola keuangan secara transparan,” ujar Tohar.
Ia juga menyoroti pentingnya kegiatan edukatif seperti “Jaksa Menyapa” yang akan digelar dalam rangkaian program ini.
Menurutnya, ini menjadi ruang strategis untuk menambah wawasan hukum aparatur desa.
Selain itu, ia mengingatkan perlunya pengelolaan aset pertanahan desa yang tertib untuk menghindari konflik hukum di kemudian hari.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri PPU, Faisal Arifuddin, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 5 Tahun 2023.
Program “Jaksa Garda Desa” akan mencakup pendampingan, asistensi, serta penyuluhan hukum yang menyasar pengelolaan keuangan desa secara akuntabel.
“Harapannya, program ini bisa mempererat sinergi antara desa, pemerintah daerah, dan penegak hukum untuk meminimalisir potensi pelanggaran serta membangun budaya sadar hukum di masyarakat,” terang Kajari Faisal.
Di akhir sambutannya, Sekda Tohar mengungkapkan harapannya agar program ini benar-benar memberi dampak positif bagi pemerintahan desa di seluruh PPU.
“Kami yakin, lewat inisiatif seperti ini, citra pemerintahan desa yang transparan, berintegritas, dan terpercaya akan semakin kuat,” pungkasnya. (Adv)









