Pemkab PPU Gelar Upacara Hardiknas 2025, Angkat Semangat Kolaborasi

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025 - 20:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Lapangan Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Jumat, (2/5/2025).

Foto: Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Lapangan Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Jumat, (2/5/2025).

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di lapangan Kantor Bupati PPU, Jumat, (2/5/2025).

Upacara berlangsung khidmat dengan nuansa kebudayaan, dihadiri langsung oleh Bupati PPU Mudyat Noor sebagai inspektur upacara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah Tohar, jajaran Forkopimda, para kepala perangkat daerah, serta guru dan ASN yang mengenakan pakaian adat sebagai simbol keberagaman budaya dalam dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya yang membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Bupati Mudyat menekankan bahwa Hardiknas bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momen penting untuk menguatkan tekad bersama dalam menghadirkan pendidikan yang adil dan bermutu.

Baca Juga:  Pemkab PPU Dorong Bandara IKN Jadi Komersial, Jembatan Riko dan Pelabuhan Nenang Ikut Diajukan

“Tema tahun ini adalah Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, yang mengajak semua elemen masyarakat terlibat aktif dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara tanpa pengecualian, dan memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian, akhlak, serta kemajuan bangsa.

Pendidikan juga menjadi alat strategis untuk mobilitas sosial dan pengentasan kemiskinan.

Lebih lanjut, Bupati Mudyat mengapresiasi komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas nasional dalam visi Asta Cita.

Baca Juga:  Data Spasial Diperbarui, PPU Jalin Kerja Sama dengan PT Quancons

Ia menyebut langkah-langkah konkret seperti peningkatan infrastruktur pendidikan, perluasan akses digital, hingga penguatan kualitas guru sebagai bagian dari transformasi besar.

“Guru hari ini bukan sekadar pengajar, tapi juga menjadi pendamping tumbuh kembang murid sebagai mentor dan konselor,” jelasnya.

Dalam implementasinya, sejak Oktober 2024, Kementerian telah meluncurkan berbagai inisiatif seperti pembelajaran berbasis deep learning, penerapan TKA, pengenalan kecerdasan buatan (AI), serta penguatan kurikulum karakter lewat program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria.

Tak hanya itu, inovasi juga hadir di tingkat PAUD dengan peluncuran Album Kicau yang berisi lagu-lagu anak edukatif dan menyenangkan.

Baca Juga:  Kelola Sampah dengan Controlled Landfill, PPU Siapkan TPST Skala Besar

Di akhir pidatonya, Bupati Mudyat mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari orang tua, pendidik, dunia usaha, hingga media—untuk bersinergi membangun pendidikan.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Mari bergandeng tangan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, merata, dan memanusiakan setiap anak bangsa. Semoga Tuhan meridai setiap langkah kita,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan inklusi, Peringatan Hardiknas 2025 di PPU menjadi momentum pengingat pentingnya membangun masa depan lewat pendidikan yang memihak semua kalangan. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PPU Kekurangan Dokter Hewan, Tiga Tenaga Layani Empat Kecamatan
Empat Sekolah Raih Adiwiyata di PPU, Uang Pembinaan Masih Menunggu SK Bupati
Hanya Satu Calon Lolos Verifikasi, DLH PPU Tekankan Konsistensi Pengabdian untuk Kalpataru
DLH PPU Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Saat Kemarau, Cegah Api Meluas ke Lahan Kering
Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih PPU Masih Menunggu Aturan Teknis, Dinkes Soroti Legalitas
Labkesda PPU Belum Bisa Dibangun, Usulan Anggaran Rp24,5 Miliar Masih Menunggu Kepastian
Digitalisasi Pemantauan Obat di PPU Diperkuat, Dinkes Dorong Pengelolaan Farmasi Terintegrasi
Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:20 WITA

PPU Kekurangan Dokter Hewan, Tiga Tenaga Layani Empat Kecamatan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Empat Sekolah Raih Adiwiyata di PPU, Uang Pembinaan Masih Menunggu SK Bupati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WITA

Hanya Satu Calon Lolos Verifikasi, DLH PPU Tekankan Konsistensi Pengabdian untuk Kalpataru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WITA

DLH PPU Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Saat Kemarau, Cegah Api Meluas ke Lahan Kering

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih PPU Masih Menunggu Aturan Teknis, Dinkes Soroti Legalitas

Berita Terbaru