Sosialisasi QRIS, Pasar Induk Penajam Menuju Era Digital

- Redaksi

Jumat, 18 April 2025 - 21:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sosialisasi pembayaran digital QRIS untuk pedagang Pasar Induk Penajam.

Foto: Sosialisasi pembayaran digital QRIS untuk pedagang Pasar Induk Penajam.

Lintasjejaring.com, Penajam — Para pedagang di Pasar Induk Penajam menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti sosialisasi digitalisasi pembayaran retribusi pasar menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Kamis, (17/4/2025).

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Diskukmperindag PPU, Bank Indonesia, dan Bank Kaltimtara Cabang Penajam.

Dalam acara tersebut, Kepala Diskukmperindag PPU, Margono Hadi Sutanto, menegaskan pentingnya transisi pembayaran retribusi pasar ke sistem digital.

Ia menyebutkan, melalui QRIS, pembayaran dapat dilakukan lebih cepat, tercatat otomatis, serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan maupun masalah keamanan yang kerap muncul pada metode pembayaran tunai.

Margono juga menekankan bahwa tren global saat ini mengarah pada penurunan penggunaan uang tunai. Oleh karena itu, adaptasi terhadap transaksi digital menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan transparansi keuangan daerah.

Baca Juga:  Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan

“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung transformasi menuju ekonomi digital. QRIS ini menjadi salah satu bentuk nyata untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meyakinkan para pedagang bahwa transaksi melalui QRIS sudah dilengkapi standar keamanan tinggi, sehingga dana para pedagang tetap aman.

Sosialisasi ini disambut positif oleh pedagang Pasar Induk Penajam. Mereka terlihat aktif mengikuti sesi pelatihan bahkan mencoba langsung transaksi digital menggunakan QRIS.

Baca Juga:  Kekurangan 97 Guru, BKPSDM PPU Petakan PPPK untuk Penuhi Kebutuhan Sekolah

Antusiasme ini menjadi pertanda baik menuju transformasi sistem pembayaran di pasar tradisional.

Dengan terobosan ini, diharapkan Pasar Induk Penajam bisa menjadi contoh awal suksesnya digitalisasi pasar di Kabupaten PPU, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan dan mempercepat kemajuan daerah. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PPU Kekurangan Dokter Hewan, Tiga Tenaga Layani Empat Kecamatan
Empat Sekolah Raih Adiwiyata di PPU, Uang Pembinaan Masih Menunggu SK Bupati
Hanya Satu Calon Lolos Verifikasi, DLH PPU Tekankan Konsistensi Pengabdian untuk Kalpataru
DLH PPU Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Saat Kemarau, Cegah Api Meluas ke Lahan Kering
Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih PPU Masih Menunggu Aturan Teknis, Dinkes Soroti Legalitas
Labkesda PPU Belum Bisa Dibangun, Usulan Anggaran Rp24,5 Miliar Masih Menunggu Kepastian
Digitalisasi Pemantauan Obat di PPU Diperkuat, Dinkes Dorong Pengelolaan Farmasi Terintegrasi
Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:20 WITA

PPU Kekurangan Dokter Hewan, Tiga Tenaga Layani Empat Kecamatan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Empat Sekolah Raih Adiwiyata di PPU, Uang Pembinaan Masih Menunggu SK Bupati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WITA

Hanya Satu Calon Lolos Verifikasi, DLH PPU Tekankan Konsistensi Pengabdian untuk Kalpataru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WITA

DLH PPU Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Saat Kemarau, Cegah Api Meluas ke Lahan Kering

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih PPU Masih Menunggu Aturan Teknis, Dinkes Soroti Legalitas

Berita Terbaru