Kebutuhan Petani Jadi Acuan Bantuan Herbisida Distan PPU

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret petani sedang pemnyebaekan herbisida. (Ist)

Foto: Potret petani sedang pemnyebaekan herbisida. (Ist)

Lintasjejaring.com, Penajam – Persiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting sebelum petani memulai kegiatan budidaya. Untuk mendukung proses tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyesuaikan rencana bantuan herbisida berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan. Hasil identifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL) menunjukkan bahwa petani membutuhkan herbisida kontak untuk membersihkan gulma secara menyeluruh. Jumat (30/10/2026).

Penyesuaian ini dilakukan agar jenis bantuan yang direncanakan tidak melenceng dari kebutuhan kelompok tani. Sebab, jenis herbisida memiliki karakteristik dan cara kerja berbeda, sehingga pemilihannya perlu mempertimbangkan kondisi lahan serta tujuan penggunaannya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan hasil pendataan melalui CPCL menjadi dasar untuk mengevaluasi jenis bahan aktif yang sebelumnya direncanakan.

“Awalnya bahan aktif yang diminta mengarah pada herbisida selektif. Namun, setelah kami turun dan melakukan CPCL, ternyata kebutuhan petani lebih kepada herbisida pembakar atau kontak yang bisa digunakan untuk membersihkan gulma secara menyeluruh,” ujar Gunawan.

Jenis Herbisida Disesuaikan dengan Kondisi Lahan

Gunawan menjelaskan, herbisida selektif bekerja dengan mengendalikan jenis gulma tertentu tanpa merusak tanaman yang ingin dipertahankan, selama penggunaannya sesuai dengan ketentuan produk. Sementara itu, herbisida kontak dengan spektrum luas dapat merusak tumbuhan yang terkena semprotan.

Perbedaan karakteristik tersebut membuat pemilihan produk perlu disesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk kebutuhan persiapan lahan sebelum budidaya, petani mengusulkan jenis herbisida yang dapat digunakan dalam penyemprotan secara menyeluruh.

“Kalau untuk persiapan budidaya, petani biasanya ingin membersihkan lahan terlebih dahulu. Jadi, penyemprotannya dilakukan secara total, bukan hanya menyasar jenis rumput tertentu. Karena itu, kami menyesuaikan rencana bantuan dengan kebutuhan yang disampaikan petani,” jelasnya.

Meski demikian, penyesuaian jenis bantuan tetap harus memperhatikan ketentuan penggunaan pestisida. Distan perlu memastikan produk, bahan aktif, serta peruntukannya sesuai dengan kebutuhan pengendalian gulma dan kondisi lahan pertanian.

“Penggunaan herbisida tetap harus memperhatikan jenis produk dan aturan pemakaiannya. Petani juga perlu mengikuti petunjuk pada kemasan, mulai dari dosis hingga cara penyemprotan, agar tidak berdampak pada tanaman budidaya maupun lingkungan sekitar,” papar Gunawan.

Usulan Kebutuhan Capai 2.000 Liter

Gunawan menyebutkan, usulan bantuan berasal dari empat gabungan kelompok tani (gapoktan) yang berada di Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu.

“Dari hasil pendataan CPCL, kebutuhan herbisida yang diusulkan petani diperkirakan mencapai sekitar 2.000 liter,” ungkapnya.

Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan kebutuhan dalam tahap perencanaan dan belum dapat diartikan sebagai jumlah bantuan yang telah direalisasikan atau disalurkan kepada petani.

Baca Lainnya:  Tak Ada Musim Ketiga! Netflix Setop Serial 'FUBAR' Milik Schwarzenegger
Baca Lainnya:  Macet Di Depan RSUD Abdul Rivai, DPRD Minta Solusi Parkir Segera Dicarikan

Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya Distan PPU untuk memastikan pengadaan sarana pertanian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kelompok tani. Dengan begitu, bantuan yang direncanakan diharapkan memiliki manfaat langsung dalam mendukung persiapan lahan.

“Penyesuaian ini kami lakukan agar bantuan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani. Harapannya, herbisida tersebut bisa membantu proses persiapan lahan sebelum masa budidaya. Untuk pengadaan dan penyalurannya, tentu tetap mengikuti tahapan serta ketentuan yang berlaku,” tutup Gunawan.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet
Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik
Sunggono Dorong Pariwisata Kukar Berkontribusi pada Pendapatan Masyarakat Jelang MTQH ke-46 Kaltim
Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas
Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027
Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman
DPRD Kukar Minta Kajian Akademis untuk Tentukan Penanganan Turap Taman Musik
Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:18 WITA

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet

Kamis, 5 November 2026 - 21:55 WITA

Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik

Selasa, 3 November 2026 - 20:37 WITA

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 20:12 WITA

Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WITA

Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Berita Terbaru