Produsen Tahu Tempe PPU Didorong Punya Merek, Peluang Pasar IKN Jadi Sasaran

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret pembuatan pabrik tempe dan tahu di PPU.

Foto: Potret pembuatan pabrik tempe dan tahu di PPU.

Lintasjejaring.com, Penajam – Produsen tahu dan tempe di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, didorong mulai membangun identitas usaha melalui pencantuman nama produsen dan nomor kontak pada kemasan produk. Langkah sederhana ini dinilai dapat membuka akses pemasaran lebih luas, termasuk peluang memenuhi kebutuhan konsumen dalam jumlah besar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sabtu (24/10/2026).

Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha pangan skala kecil. Selama ini, sebagian produsen masih memasarkan tahu dan tempe tanpa identitas khusus sehingga konsumen kesulitan mengetahui asal produk maupun menghubungi pembuatnya secara langsung.

Kepala Bidang Perindustrian KUKM Perindag PPU, Yuli Setiyowati, mengatakan identitas produk perlu mulai diperkenalkan meskipun usaha masih berjalan dalam skala rumahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masih terdapat pelaku usaha yang belum melihat pentingnya nama atau merek produk selama hasil produksinya tetap terserap pasar.

“Banyak pelaku usaha kecil yang berpikir kalau produknya sudah laku, mereka merasa belum perlu membuat identitas. Padahal, nama usaha dan nomor kontak bisa menjadi langkah awal untuk memperkenalkan produk mereka,” ujar Yuli.

Nama Produsen Memudahkan Konsumen Mengenali Produk

Dorongan tersebut disampaikan melalui kegiatan pelatihan yang secara khusus menyasar produsen tahu dan tempe. Dalam kegiatan itu, peserta diarahkan mulai mencantumkan label sederhana sebagai penanda asal produk.

Baca Lainnya:  Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Yuli menjelaskan, pelaku usaha tidak harus menunggu seluruh dokumen perizinan selesai untuk mulai membangun identitas dagang. Nama usaha dan nomor telepon dapat menjadi informasi awal yang membantu konsumen mengenali sekaligus menghubungi produsen.

“Kami mendorong bapak dan ibu mulai memberikan label pada tahu dan tempe yang diproduksi. Kalau belum memiliki sertifikat halal atau PIRT, setidaknya sudah punya nama usaha sendiri dan nomor kontak yang bisa dihubungi,” jelasnya.

Keberadaan identitas tersebut juga dapat membantu konsumen membedakan produk dari masing-masing produsen. Hal ini penting karena setiap usaha memiliki karakteristik produk yang mungkin berbeda, baik dari segi rasa, tekstur maupun kualitas.

Dengan informasi yang jelas, pembeli dapat kembali memesan produk dari produsen yang dianggap sesuai dengan kebutuhan mereka. Konsumen juga tidak perlu mencari tahu kembali asal produk ketika ingin melakukan pembelian berikutnya.

“Pembeli bisa mengetahui tahu itu berasal dari produsen A atau B, begitu juga tempe. Kalau sudah cocok dengan produknya, mereka tinggal menghubungi nomor yang tercantum untuk melakukan pemesanan,” ungkap Yuli.

Identitas Produk Membuka Peluang Pesanan Skala Besar

Selain memudahkan transaksi dengan konsumen rumah tangga, pencantuman identitas produsen juga dinilai dapat membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha kuliner, restoran maupun penyelenggara kegiatan.

Baca Lainnya:  Perkuat Persatuan Pemuda Melalui Momentum Petingatan HSP -96

Kebutuhan tahu dan tempe dalam jumlah besar berpotensi menjadi pasar tersendiri bagi produsen lokal. Namun, peluang tersebut membutuhkan kemudahan komunikasi antara pembeli dan pemasok agar proses pemesanan dapat berlangsung lebih praktis.

Yuli mencontohkan kebutuhan restoran yang memerlukan pasokan tahu secara rutin setiap hari. Apabila produsen memiliki nama usaha dan nomor kontak yang jelas, pihak restoran dapat langsung menghubungi pemasok tanpa harus mencari penjual melalui perantara.

“Misalnya ada restoran yang membutuhkan sepuluh kilogram tahu setiap hari. Kalau sudah mengetahui produsennya dan memiliki nomor kontak, mereka bisa langsung memesan. Jadi, lebih mudah menentukan pemasok yang dibutuhkan,” katanya.

Kepastian asal produk juga berkaitan dengan konsistensi kualitas. Konsumen yang sudah cocok dengan rasa dan tekstur tahu atau tempe tertentu biasanya membutuhkan pemasok yang sama agar karakteristik produk yang diterima tidak berubah.

Karena itu, identitas produsen bukan sekadar pelengkap kemasan. Informasi tersebut dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha dan konsumen, sekaligus membantu membangun kepercayaan terhadap produk yang dipasarkan.

Peluang Pasar IKN Perlu Didukung Legalitas Usaha

Setelah memiliki identitas produk, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kesiapan usahanya melalui pemenuhan berbagai persyaratan, termasuk sertifikasi halal dan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) sesuai ketentuan.

Baca Lainnya:  Burhanuddin Tegaskan Kios Tangga Arung Square Tak Boleh Diperjualbelikan

Yuli menilai penguatan identitas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan kelengkapan administrasi usaha. Dengan begitu, produsen tidak hanya dikenal konsumen, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah perkembangan kawasan IKN. Kebutuhan pangan di kawasan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi produsen tahu dan tempe PPU untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Meski demikian, peluang pasar perlu diimbangi kemampuan menjaga mutu produk dan memenuhi kebutuhan pembeli secara berkelanjutan. Ketersediaan informasi produsen juga menjadi bagian penting agar calon pelanggan dapat melakukan komunikasi dan pemesanan secara langsung.

“Kami ingin pelaku usaha mulai meningkatkan nilai jual produknya. Jangan hanya menjual tahu dan tempe tanpa identitas. Dengan nama usaha dan nomor kontak, produk mereka akan lebih mudah dikenal dan peluang pemasarannya bisa semakin terbuka,” pungkas Yuli.

Melalui langkah tersebut, Dinas KUKM Perindag PPU berharap produsen tahu dan tempe skala kecil mulai membangun identitas usaha secara bertahap. Penguatan merek, kemudahan pemesanan dan pemenuhan legalitas diharapkan dapat menjadi bekal bagi produk pangan lokal untuk bersaing serta menjangkau konsumen di luar wilayah PPU.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet
Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik
Sunggono Dorong Pariwisata Kukar Berkontribusi pada Pendapatan Masyarakat Jelang MTQH ke-46 Kaltim
Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas
Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027
Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman
DPRD Kukar Minta Kajian Akademis untuk Tentukan Penanganan Turap Taman Musik
Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:18 WITA

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet

Kamis, 5 November 2026 - 21:55 WITA

Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik

Selasa, 3 November 2026 - 20:37 WITA

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 20:12 WITA

Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WITA

Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Berita Terbaru