Lintasjejaring.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda akan membuka seleksi Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Varia Niaga untuk memperkuat fungsi pengawasan yang saat ini dinilai belum optimal.
Langkah ini diambil karena komposisi pengawas perusahaan daerah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan, sementara peran Varia Niaga semakin strategis dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di daerah.
Asisten II Sekretariat Daerah Samarinda, Marnabas, mengungkapkan saat ini Dewas Varia Niaga baru diisi satu orang, sementara jajaran direksi telah lengkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dewas itu baru satu, sedangkan direksi sudah dua. Idealnya Dewas minimal dua, apalagi dari unsur pemerintah belum ada,” ujarnya,
Menurutnya, kekosongan tersebut perlu segera diisi agar fungsi pengawasan terhadap kinerja perusahaan dapat berjalan lebih efektif.
Pemkot Samarinda, lanjut Marnabas, akan segera membuka proses seleksi dengan sejumlah persyaratan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, terutama pengalaman dan latar belakang di bidang ekonomi serta perdagangan.
“Nanti kita buka seleksi. Kriterianya tentu jelas, mulai dari pengalaman, pemahaman di bidang perdagangan, hingga kemampuan melihat dinamika pasar,” jelasnya.
Ia menegaskan, Varia Niaga tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.
“Perusahaan ini bukan sekadar mencari profit, tapi juga harus hadir ketika harga-harga naik, misalnya melalui operasi pasar,” katanya.
Marnabas mencontohkan, saat terjadi lonjakan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, maupun ikan, Varia Niaga diharapkan dapat turun langsung ke pasar untuk membantu menstabilkan harga.
“Kalau harga ikan naik, mereka harus ikut turun menjual dengan harga yang lebih terjangkau. Itu fungsi penyeimbangnya,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu menjaga keseimbangan antara mekanisme pasar dan intervensi kebijakan, agar tidak merugikan pelaku usaha maupun masyarakat.
“Kalau dilepas sepenuhnya ke pasar, harga bisa tidak terkendali. Tapi kalau terlalu sering intervensi, pedagang juga bisa terdampak. Jadi harus ada keseimbangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, stabilitas inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Inflasi tinggi membuat daya beli turun, sementara deflasi bisa menekan pertumbuhan ekonomi. Ini yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Dengan rencana pengisian posisi Dewan Pengawas tersebut, Pemkot Samarinda berharap Perusda Varia Niaga dapat menjalankan perannya secara lebih optimal, baik sebagai badan usaha maupun sebagai instrumen pengendali ekonomi daerah.
“Kita ingin Varia Niaga kuat secara bisnis, tapi tetap hadir untuk menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
(Kinka)









