BEM KM Unmul Soroti Kinerja Pemprov Kaltim, ‘Kartu Merah’ Jadi Simbol Kekecewaan Mahasiswa

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul), Hithan Hersya Putra sedang menyampaikan aspirasinya setelah diusir keluar dari Ruang Diskusi

Foto : Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul), Hithan Hersya Putra sedang menyampaikan aspirasinya setelah diusir keluar dari Ruang Diskusi

LintasJejaring.com, SAMARINDA – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul), Hithan Hersya Putra, menegaskan aksi pemberian “kartu merah” kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), merupakan bentuk kritik keras atas kinerja pemerintah daerah.

Minimnya ruang dialog langsung dengan pimpinan daerah, lambannya respons terhadap isu krisis ekologi, buruh, hingga kebijakan publik, serta belum ditanggapinya tantangan debat terbuka yang telah dilayangkan kepada gubernur. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa dalam demokrasi, yang akan terus dilanjutkan melalui agenda lanjutan guna menuntut keterbukaan dan akuntabilitas pemerintah.

Aksi tersebut dilakukan dalam forum diskusi bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang digelar di lingkungan kampus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Hithan, langkah tersebut merupakan bagian dari hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Hari ini kami menggunakan hak kami untuk berekspresi dan berpendapat. Ini bagian dari demokrasi,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini Pemerintah Provinsi Kaltim terkesan menghindari ruang dialog langsung dengan mahasiswa, khususnya dalam merespons berbagai isu yang berkembang.

“Kami melihat ada kesan menghindar. Ketika ditanya, justru mahasiswa dianggap remeh, bahkan disuruh berdialog ke OPD atau Sekda. Seolah-olah gubernur enggan berhadapan langsung,” tegasnya.

Hithan menilai, dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, masih banyak persoalan mendasar yang belum mendapatkan respons serius dari pemerintah.

Baca Juga:  Alif Turiadi Resmikan Lapangan Bola Voli di Desa Loa Ulung, Bentuk Komitmen Aspirasi Masyarakat

Ia menyoroti sejumlah isu, mulai dari krisis ekologi, hak buruh, nelayan, hingga polemik kebijakan yang belakangan viral di masyarakat.

“Hari ini Kaltim viral bukan karena prestasi, tapi karena masalah. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Sebagai bentuk tekanan, BEM KM Unmul secara terbuka menantang Gubernur Kaltim untuk melakukan debat publik, guna menguji argumentasi dan data dari kedua belah pihak.

“Kami menantang gubernur untuk debat terbuka. Dari situ kita bisa lihat apakah pemerintah punya data dan argumentasi untuk menjawab kritik kami,” ujarnya.

Ia menegaskan, tantangan debat tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat, sejak sebelum aksi mahasiswa pada 23 Januari 2026. Namun hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak pemerintah provinsi.

“Surat sudah kami kirim, bahkan sudah kami publikasikan. Tapi sampai hari ini belum ada balasan,” ungkapnya.

Hithan juga menegaskan bahwa kehadiran Wakil Gubernur dalam forum diskusi, tidak menggugurkan tuntutan mereka untuk berdialog langsung dengan gubernur.

“Kehadiran wakil gubernur tidak menghilangkan kewajiban gubernur, untuk menjawab tantangan kami,” katanya.

Selain itu, ia mengaku kecewa karena dalam kegiatan tersebut pihaknya tidak dilibatkan secara resmi, meskipun acara bersifat terbuka.

Baca Juga:  Suparno Serap Aspirasi Warga Samarinda Ilir, Salurkan Bantuan Dan Fasilitas Sosial
Baca Juga:  Prihatin Akan Derita Warga Terdampak Banjir, Legislator Samarinda Desak Penataan Ulang Tata Ruang dan Drainase

Bahkan, ia menyebutkan bahwa terjadi tindakan represif saat aksi berlangsung.

“Kami tidak diundang secara resmi, dan tadi juga sempat ada dorongan, penarikan baju, bahkan ancaman dari oknum,” ujarnya.

Meski demikian, BEM KM Unmul memastikan akan terus melanjutkan langkah mereka, dengan menggelar agenda lanjutan untuk menuntut ruang dialog terbuka, dengan pihak pemerintah provinsi.

“Kami pasti akan buat agenda lagi. Ini bagian dari kerja kami sebagai kontrol sosial,” tandasnya.

 

 

(Kinka)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru