Iswandi Apresiasi Terobosan Pemkab Kukar, Patung Bung Karno Sanga-Sanga Jadi Simbol Hidup Sejarah Dan Ekonomi Rakyat

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Iswandi, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda.

Foto : Iswandi, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda.

LintasJejaring.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai pembangunan Patung Bung Karno yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, memiliki makna strategis yang melampaui fungsi monumen semata. Menurutnya, kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat edukasi sejarah sekaligus ruang tumbuh ekonomi rakyat.

Keterbatasan pemanfaatan kawasan bersejarah selama ini menjadi persoalan tersendiri, karena nilai sejarah yang tinggi belum diiringi dengan pengelolaan ruang yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tanpa konsep integrasi yang matang, kawasan bersejarah cenderung hanya menjadi simbol, bukan ruang publik aktif yang mendukung edukasi, aktivitas sosial, dan perputaran ekonomi lokal.

Iswandi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), yang dinilainya berhasil mengemas nilai historis Sanga-Sanga, ke dalam ruang publik yang lebih hidup dan produktif

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan hanya soal membangun patung, tapi bagaimana sejarah dihidupkan kembali dan bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Politikus Partai PDI – Perjuangan ini menyebutkan, proyek pembangunan kawasan Patung Bung Karno yang berlangsung sekitar dua tahun tersebut, mendapat dukungan dari PSS Pertamina Hulu Mahakam Sanga-Sanga, mengingat lokasi pembangunan berada di atas lahan milik perusahaan.

“Lahannya milik Pertamina, proses pembangunannya cukup panjang, dan sekarang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Ini kolaborasi yang patut diapresiasi,” katanya.

Ke depan, ia berharap kawasan tersebut tidak berhenti pada fungsi simbolik, melainkan terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari museum Bung Karno, ruang edukasi sejarah, hingga area rekreasi yang ramah bagi generasi muda.

“Kalau hanya patung, nilainya terbatas. Tapi kalau ada museum, ruang edukasi, dan konsep yang menarik, anak-anak muda bisa belajar sejarah dengan cara yang lebih santai dan relevan,” jelasnya.

Selain sebagai pusat edukasi, kawasan tersebut juga dirancang untuk membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.

“Harus ada ruang UMKM. Jadi kawasan ini bukan hanya bicara masa lalu, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat hari ini,” tambah Iswandi.

Terkait pemilihan lokasi dan waktu peresmian, ia menilai hal tersebut sarat makna sejarah. Ia mengingatkan bahwa tanggal 27 Januari, memiliki nilai historis penting bagi Sanga-Sanga, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan peristiwa perjuangan besar dan telah ditetapkan sebagai kota sejarah.

“Momentum dan lokasinya sangat tepat. Sanga-Sanga memang punya ikatan sejarah yang kuat dengan perjuangan bangsa,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum pembangunan dilakukan, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dan bermusyawarah dengan keluarga Bung Karno. Pada peresmian kawasan tersebut, keluarga Bung Karno diwakili oleh Jarot Saiful Hidayat.

Baca Juga:  Semenisasi Jalan Di Kadrie Oening Terapkan Sistem Buka-Tutup, Rusdi Doviyanto: Hanya Hambatan Sementara.
Baca Juga:  Yatim Fest 2025 Kembali Hadir, BAZNAS berikan Santunan Sebesar Rp615 Juta Pada 500 Anak

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Patung Bung Karno seharusnya dipahami sebagai pintu masuk, bukan tujuan akhir.

“Patung itu simbol. Yang paling penting justru aktivitas, nilai, dan kehidupan yang tumbuh di kawasan itu,” tegasnya.

Menurutnya, pendekatan ini relevan untuk menjangkau generasi Z yang cenderung akrab dengan ruang publik visual dan digital.

“Anak muda mungkin datang awalnya untuk foto-foto. Tapi dari situ muncul rasa ingin tahu. Masa iya enggak tahu Bung Karno? Dari situ proses belajar bisa dimulai,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan diorama, miniatur sejarah, perpustakaan, serta fasilitas edukatif lainnya dapat menjadi sarana efektif menanamkan nilai nasionalisme dengan pendekatan yang lebih menarik.

“Kalau dikemas dengan baik, rasa bangga terhadap Bung Karno sebagai Bapak Bangsa bisa tumbuh, lalu menular ke lingkungan sekitarnya. Itulah nilai besar dari kawasan ini,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  KPK Tangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer dalam OTT

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru