Wabup PPU Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Tangani Inflasi Pangan

- Redaksi

Jumat, 25 April 2025 - 21:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.

Foto: Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.

Lintasjejaring.com, Balikpapan – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Waris Muin, menekankan pentingnya kerja sama lintas daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Pesan ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang digelar pada Kamis, (24/04/2025) di Balikpapan.

Rapat ini menjadi forum strategis yang dihadiri pimpinan daerah, perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, serta kepala perangkat daerah terkait.

Kehadiran Sekretaris Daerah PPU dalam acara tersebut turut memperkuat komitmen kolektif dalam mengendalikan inflasi, khususnya sektor pangan.

“Sejak 2024, PPU sudah masuk dalam wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK). Ini bukan sekadar status, tapi tanggung jawab besar. Hingga Maret 2025, angka inflasi kita tercatat 1,19 persen dan harus terus dijaga,” ujar Waris.

Ia menambahkan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) telah membawa dampak langsung berupa peningkatan jumlah penduduk, yang turut memengaruhi dinamika permintaan dan suplai bahan pangan di daerah.

Baca Juga:  Rapat Paripurna LKPJ 2024: DPRD Beri Catatan, PPU Siap Tindak Lanjut

Beberapa arahan penting disampaikan Waris dalam forum tersebut,

Mendorong penguatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar daerah untuk distribusi komoditas utama seperti beras, cabai, dan telur.

Memaksimalkan peran Perumda dalam mendukung rantai logistik pangan.

Melibatkan petani dan pelaku usaha lokal, agar kebijakan bisa berdampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Penajam Paser Utara Gelar Apel Gabungan Usai Idulfitri, Bupati Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan satu-dua pihak. Kita harus kompak, lintas daerah, agar harga tetap stabil dan masyarakat terlindungi daya belinya,” tegasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Komitmen seperti inilah yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal kesejahteraan warganya. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat
Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan
Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan
Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU
Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan
Dinkes PPU Atur Pemusnahan Obat Kedaluwarsa, Cegah Penyalahgunaan dan Pencemaran
BPBD PPU Terima Rp175 Juta, Tagihan Operasional Karhutla Jadi Prioritas
Dexlite Rp25.700 per Liter, DLH PPU Pangkas Armada Truk Sampah demi Efisiensi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:54 WITA

Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan

Berita Terbaru