Kementan Dorong PPU Percepat Luas Tanam Padi

- Redaksi

Kamis, 20 Maret 2025 - 20:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, bersama perwakilan Kementerian Pertanian RI.

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, bersama perwakilan Kementerian Pertanian RI.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima kunjungan dari perwakilan Direktorat Optimalisasi Lahan Pertanian Kementerian Pertanian RI.

Dalam rangka membahas strategi percepatan peningkatan luas tambah tanam (LTT) padi dan produktivitas hasil tani di wilayah setempat.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati PPU lantai III Kantor Setkab, Rabu, (19/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan ini juga menjadi momen penyerahan surat resmi dari Kementan kepada Bupati PPU, Mudyat Noor, yang langsung disampaikan oleh Direktur Optimalisasi Lahan Pertanian, Inti Pertiwi Nashwari.

Surat itu berisi instruksi percepatan program swasembada pangan nasional, khususnya melalui peningkatan luas tanam di daerah-daerah potensial seperti Kabupaten PPU.

Baca Juga:  Dinkes Petakan Kebutuhan untuk Tambah Formasi ASN, Dorong Pemenuhan Kekurangan Dokter di Puskesmas PPU

Dalam audiensi tersebut, Bupati Mudyat menyampaikan dukungan penuh terhadap misi pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Ia menilai, Kabupaten PPU memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya di Kecamatan Babulu yang selama ini dikenal sebagai kawasan sentra pangan di Kalimantan Timur.

“Kami melihat optimalisasi lahan ini sangat relevan dengan program kerja daerah. Tantangan di lapangan seperti infrastruktur pendukung akan kami jawab dengan sinergi bersama berbagai dinas teknis. Ini juga menjadi momen penting dalam membaca potensi komoditas unggulan jangka panjang,” terang Mudyat.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor, mulai dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, hingga Dinas PUPR, serta dukungan dari unsur TNI melalui Kodim 0913 PPU dalam menyukseskan agenda kemandirian pangan di wilayahnya.

Baca Juga:  Wabup PPU Sidak RSUD RAPB, Tekankan Layanan Ramah dan Cepat

Sementara itu, Direktur Optimalisasi Lahan Pertanian Kementan, Inti Pertiwi Nashwari, menjelaskan bahwa program evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Ia menyebutkan bahwa capaian LTT padi pada Januari 2025 di sejumlah wilayah Kalimantan Timur masih jauh di bawah angka tahun-tahun sebelumnya.

“Secara nasional, angka LTT 2025 mengalami penurunan lebih dari 60 persen dibanding periode sama tahun 2023–2024. Karena itu kami berharap PPU, terutama di Kecamatan Babulu, bisa menjadi penyangga dan menutup kekurangan dari daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga:  Operasi Ketupat 2025 Dimulai, 273 Personel Disiagakan di PPU

Dirinya optimistis dengan potensi yang dimiliki Kabupaten PPU, perluasan tanam dan peningkatan produksi bisa berjalan optimal.

Harapannya, kontribusi dari daerah ini dapat mendongkrak capaian swasembada pangan di Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan langsung dari lapangan, PPU diyakini mampu memberikan peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Inisiatif ini juga menjadi bukti nyata semangat bersama untuk membangun ketahanan pangan dari desa hingga pusat. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat
Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan
Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan
Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU
Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan
Dinkes PPU Atur Pemusnahan Obat Kedaluwarsa, Cegah Penyalahgunaan dan Pencemaran
BPBD PPU Terima Rp175 Juta, Tagihan Operasional Karhutla Jadi Prioritas
Dexlite Rp25.700 per Liter, DLH PPU Pangkas Armada Truk Sampah demi Efisiensi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:54 WITA

Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan

Berita Terbaru