Pemuda Bontang gagas “Education For All” Dalam Workshop Capacity Building Gerbangtara IKN Nusantara

- Redaksi

Rabu, 11 Desember 2024 - 16:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Muhammad Husni Mubarak, peserta Workshop Capacity  Buildings di Penajam paser Utara.

Foto: Muhammad Husni Mubarak, peserta Workshop Capacity Buildings di Penajam paser Utara.

Lintasjejaring.com, Penajam Paser Utara- Muhammad Husni Mubarak dalam Workshop Capacity Building usulkan program “Education For All” bagi seluruh anak di kalimantan Timur tanpa terkecuali.

Dalam Workshop Capacity Building yang diadakan oleh gerbangtara.id pada 05-08 Desember lalu yang bertempat di Aula Kantor Bupati Penajam Paser Utara. Pemuda Kota Bontang tersebut yang juga merupakan delegasi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN Bontang), turut andil dalam membuat working paper bersama para delegasi dari kota lain diwilayah Kalimantan Timur, guna memberikan rekomendasi kebijakan serta program dalam menyusun pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Salah satu rekomendasi yang diajukan adalah “Education For All” Husni berpendapat bahwa ini merupakan solusi terbaik untuk mencapai pendidikan yang inklusif di wilayah kalimantan timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Education for all merupakan konsep yang bertujuan untuk memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau kemampuan fisik, memiliki akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas. Prinsip education for all, menjadi solusi strategis untuk mewujudkan pendidikan inklusif yang merata di Kalimantan timur, terutama di wilayah terpencil dan Ibu Kota Nusantara.

Baca Juga:  Putin Ancam Eropa : Siap Tempur Jika Jalur Damai Dihalang-halangi

“Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagaimana pendidikan inklusif dapat diwujudkan. Dengan konsep education for all, kami tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, kami lebih mengutamakan penyediaan tenaga pendidik yang kompeten seperti guru pendidikan luarbiasa dan pusat penelitian.” ucap Husni Mubarak dalam penyampaiannya di depan forum.

Dirinya memberikan rekomendasi pembuatan sistem yang bernama SPIN (Sentra Pendidikan Inklusif Nusantara). menurutnya, lewat sistem inilah education for all dapat direalisasikan. SPIN sebagai support system sekolah inklusif yang mencakup fasilitas pengaduan, pembinaan, monitoring, dan evaluasi serta penelitian bertahap agar dapat disesuaikan dengan kondisi real di lapangan.

Baca Juga:  Minim Penerangan di Palaran, Samri Shaputra Desak Pemkot Segera Bertindak

SPIN juga menjadi fasilitas warga sekolah dengan memberi wadah pengembangan diri pada training (learning by doing). Menekankan cakupan pendidikan inklusif yang menyeluruh di daerah.

Dalam implementasinya, konsep ini memerlukan kolaborasi aktif dari berbagai sektor atau sinergi inklusif. Kolaborasi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah (NGO) atau independent dalam merancang kebijakan pendidikan inklusif.

“Tentu konsep ini tidak akan bisa berjalan sendiri, dibutuhkannya kolaborasi antara pemerintah dan stakeholder lainnya agar implementasi konsep ini dapat berjalan dengan baik”lanjut pemuda Bontang tersebut.

Hal ini sejalan dengan Perda kaltim No. 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Dimana, dalam Perda tersebut dijelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas juga hak bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Dorong Perda Destinasi Wisata

“Perda ini menjadi acuan kami, dalam merekomendasikan Education for all di kalimantan timur, pemerintah telah memberikan perhatian kepada pendidikan inklusif. Akan tetapi dalam implementasinya ada beberapa hal yang masih menjadi catatan, harapan kami dengan adanya konsep ini, dapat membantu peran pemerintah dalam penerapan pendidikan inklusif di kalimantan timur.”urai Husni Mubarak

Rekomendasi ini telah dituangkan dalam bentuk working paper yang difasilitasi oleh gerbangtara.id, kami percaya bahwa gerbangtara dapat menyampaikan rekomendasi ini kepada pemerintah terkait khususnya kepada otoritas IKN dan dapat berkolaborasi dalam implementasi konsep ini.

Harapannya dari konsep Education For All ini akses pendidikan dapat merata dan anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas tanpa melihat latar belakang, suku, agama, dan budaya, serta dapat mengurangi angka anak putus sekolah.

(*)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal
Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla
Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

Berita Terbaru