PPU Kekurangan Dokter Hewan, Tiga Tenaga Layani Empat Kecamatan

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula.

Foto: Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter hewan. Dengan cakupan empat kecamatan, daerah ini baru memiliki tiga dokter hewan untuk mendukung penanganan kesehatan ternak dan kebutuhan pelayanan para peternak. Minggu (23/10/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pertanian (Distan) PPU karena keberadaan dokter hewan dibutuhkan untuk pemeriksaan ternak, penanganan penyakit, hingga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi kesehatan hewan. Idealnya, setiap kecamatan memiliki satu dokter hewan agar koordinasi dan pelayanan dapat berjalan lebih merata.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, mengatakan jumlah tenaga yang tersedia saat ini masih belum memenuhi kebutuhan ideal di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dokter hewan di PPU ada tiga. Sebetulnya masih kurang satu, karena idealnya satu kecamatan satu dokter hewan,” ungkap Ristu Pramula.

Menurut Ristu, pembagian tugas tenaga kesehatan hewan perlu mempertimbangkan luas wilayah serta kebutuhan pelayanan masyarakat. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Babulu, yang memiliki cakupan wilayah cukup luas sehingga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan hewan yang memadai.

“Ketersediaan dokter hewan ini bukan hanya soal jumlah tenaga, tetapi juga bagaimana kami bisa menjangkau peternak yang membutuhkan pelayanan. Kalau tenaga mencukupi, pemeriksaan ternak dan penanganan laporan dari masyarakat diharapkan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Pelayanan tersebut juga penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyakit hewan. Pemeriksaan yang tepat serta tindak lanjut terhadap kondisi ternak dapat membantu peternak menjaga kesehatan hewan yang dipelihara.

“Di lapangan, kami juga dibantu tenaga paramedis untuk menjalankan tugas-tugas teknis kesehatan hewan. Namun, keberadaan paramedis tetap perlu didukung dokter hewan karena ada penanganan medis tertentu yang membutuhkan keahlian dan kewenangan dokter hewan,” tambahnya.

Usulan Penambahan Tenaga Masih Menunggu Kepastian

Distan PPU telah mengajukan kebutuhan tambahan dokter hewan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai pembukaan maupun alokasi formasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kita sebenarnya sudah mengajukan ke BKD. Cuma sampai sekarang belum ada kepastian pembukaan atau alokasi formasinya,” jelas Ristu.

Ia menyebut pihaknya masih menunggu informasi mengenai peluang penambahan tenaga kesehatan hewan. Apabila kesempatan pengusulan formasi tersedia, Distan dapat kembali menyampaikan kebutuhan berdasarkan kondisi pelayanan di lapangan.

“Penambahan dokter hewan ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan kebutuhan pegawai ke depan. Kami berharap tenaga kesehatan hewan bisa lebih merata di setiap kecamatan, sehingga pelayanan kepada peternak tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi bisa menjangkau seluruh wilayah PPU,” paparnya.

Dengan kondisi saat ini, pemenuhan kebutuhan satu dokter hewan di setiap kecamatan masih menjadi target ideal yang diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan ternak di PPU.

Baca Juga:  Kekurangan 97 Guru, BKPSDM PPU Petakan PPPK untuk Penuhi Kebutuhan Sekolah
Baca Juga:  Pemkab PPU Petakan 6.340 ASN, Redistribusi Pegawai Jadi Pilihan Sebelum Buka Formasi Baru

Ketersediaan tenaga yang memadai berpotensi membantu dinas memperluas jangkauan pemeriksaan, mempercepat tindak lanjut laporan, serta memperkuat pendampingan kepada peternak. Di sisi lain, realisasi penambahan tenaga tetap bergantung pada kebijakan kepegawaian dan alokasi formasi dari instansi terkait.

Baca Juga:  Dispora Kaltim : Menjadi Pemimpin Tidak Dicapai Melalui Proses Yang Instan

Distan PPU berharap kebutuhan dokter hewan dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan formasi pegawai berikutnya. Dengan demikian, pelayanan kesehatan hewan di empat kecamatan dapat berlangsung lebih efektif dan kebutuhan peternak memperoleh penanganan yang lebih merata.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Kukar Tekankan Kepedulian Sosial Anak Muda
Asisten II Setkab Kukar Sebut Tiga Kecamatan di Kukar Sudah Buka Gerai Layanan melalui Mini MPP
Bupati Kukar Pertimbangkan Lahan Eks Tambang untuk Perluas Area Pemberdayaan Warga Binaan
SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Kukar Tekankan Kepedulian Sosial Anak Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:47 WITA

Asisten II Setkab Kukar Sebut Tiga Kecamatan di Kukar Sudah Buka Gerai Layanan melalui Mini MPP

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Bupati Kukar Pertimbangkan Lahan Eks Tambang untuk Perluas Area Pemberdayaan Warga Binaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Berita Terbaru