Lintasjejaring.com, Penajam – Keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan bantuan ke sejumlah fasilitas umum. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 20.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah, yayasan, dan rumah ibadah di Kecamatan Penajam. Selasa (20/10/2026).
Bantuan tersebut menyasar empat lokasi yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah membantu fasilitas pendidikan dan keagamaan tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi kekeringan.
Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan distribusi air dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan di lokasi terdampak. Sekolah, yayasan, dan masjid menjadi sasaran karena ketersediaan air diperlukan untuk menunjang berbagai kegiatan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyaluran ini kami lakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah fasilitas yang terdampak kekeringan, termasuk sekolah, yayasan, dan masjid,” kata Nurlaila.
Empat Lokasi Jadi Sasaran Bantuan
Distribusi air bersih kali ini menjangkau SDN 039 Penajam, Yayasan Baitudz Dzakiy, dan Masjid Nurul Iman yang berada di Kelurahan Penajam. Sementara itu, lokasi keempat adalah Masjid Al Ula di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.
Untuk menjangkau seluruh lokasi tersebut, BPBD PPU mendapat dukungan kendaraan tangki dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) PPU.
Dukungan kedua perangkat daerah itu diperlukan agar proses pengangkutan dan penyaluran air dapat menjangkau fasilitas yang membutuhkan bantuan. Petugas melakukan empat kali perjalanan dengan total volume air yang disalurkan mencapai 20.000 liter.
“Total air yang kami salurkan sebanyak 20.000 liter melalui empat perjalanan menggunakan mobil tangki,” ujar Nurlaila.
Air yang dibagikan berasal dari tempat penampungan air di kawasan pembibitan milik Dinas Perkimtan PPU, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. Sumber tersebut dimanfaatkan untuk mendukung distribusi bantuan ke lokasi yang mengalami keterbatasan pasokan selama musim kemarau.
Penurunan Air Baku Jadi Tantangan
Selain membantu memenuhi kebutuhan fasilitas umum, distribusi air bersih menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan yang turut memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat.
Kondisi musim kemarau berkaitan dengan menurunnya ketersediaan sumber air baku milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka (Perumda AMDT). Penurunan tersebut berdampak terhadap kapasitas produksi air bersih yang dapat disalurkan kepada pelanggan.
“Bantuan air bersih ini kami salurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan di lokasi yang kekurangan pasokan, terutama sekolah dan rumah ibadah agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan,” ungkapnya.
Nurlaila menjelaskan, penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Koordinasi dengan perangkat daerah terkait juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi air bersih selama kekeringan berlangsung.
“Penurunan sumber air baku selama musim kemarau memengaruhi kemampuan produksi Perumda AMDT. Karena itu, bantuan distribusi air bersih tetap diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan di lokasi terdampak,” jelasnya.
Distribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan
Pemkab PPU melalui BPBD bersama perangkat daerah terkait diharapkan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih. Pemantauan diperlukan agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan sesuai kondisi lapangan.
Penyaluran air ke sekolah, yayasan, dan masjid juga diharapkan membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan serta kegiatan keagamaan. Meski demikian, distribusi menggunakan mobil tangki merupakan bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan di lokasi terdampak dan bukan pengganti penyelesaian persoalan ketersediaan air baku dalam jangka panjang.
Dengan dukungan lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten berupaya membantu masyarakat dan fasilitas umum menghadapi dampak musim kemarau, terutama ketika pasokan air bersih mengalami penurunan.
(Mat/ADV)










