Hotel Baru di Samarinda Diharapkan Serap Tenaga Kerja Lokal, DPRD Soroti Kesiapan SDM

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah di sebelah Walikota Samarinda, Andi Harun.

Foto: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah di sebelah Walikota Samarinda, Andi Harun.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, meminta pengelola hotel yang membuka usaha di Kota Tepian memberikan kesempatan lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Pertumbuhan bisnis perhotelan dinilai dapat menjadi salah satu peluang untuk mengurangi pengangguran sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Rabu (07/10/2026).

Helmi menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samarinda periode 2026–2031 di Hotel Five Premier.

Menurutnya, bertambahnya jumlah hotel akan menciptakan kebutuhan tenaga kerja untuk berbagai bidang operasional, mulai dari pelayanan tamu hingga pengelolaan fasilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ada penambahan hotel baru, tentu akan menambah tenaga kerja. Anggap saja satu hotel bisa merekrut 10 sampai 20 orang,” ujar Helmi.

Ia berharap peluang tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh pencari kerja dari luar daerah. Masyarakat Samarinda, khususnya kalangan muda, perlu memperoleh ruang untuk ikut berkembang seiring bertambahnya investasi di sektor akomodasi.

Baca Juga:  Program Gratispol Disorot Mahasiswa, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka di Samarinda mencapai 22.710 orang sepanjang 2025, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,31 persen.

Angka tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas kesempatan kerja melalui berbagai sektor usaha, termasuk perhotelan dan restoran.

Di samping mendorong pengusaha memprioritaskan pekerja lokal, Helmi mengingatkan para pencari kerja agar mempersiapkan diri dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Menurutnya, tenaga kerja Samarinda perlu memiliki kompetensi dan daya saing agar mampu menempati beragam posisi, tidak hanya pekerjaan operasional tingkat awal.

“Yang mencari kerja juga harus mempersiapkan sumber daya manusianya. Jangan hanya menjadi buruh atau staf biasa, tetapi juga harus bisa menempati posisi-posisi strategis,” jelasnya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting agar masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat lebih besar dari perkembangan industri perhotelan. Pelatihan keterampilan, pengalaman kerja, dan penguasaan bidang pelayanan menjadi bagian dari persiapan yang dapat dilakukan pencari kerja.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Samarinda Desak Pemkot Fasilitasi UMKM Lewat Legalitas dan Infrastruktur Pendukung

Helmi berharap hubungan antara dunia usaha dan masyarakat dapat berjalan beriringan. Pengusaha memperoleh tenaga kerja yang kompeten, sementara warga setempat memiliki kesempatan membangun karier.

“Harapan kita, dengan adanya hotel-hotel baru, anak-anak muda atau warga Samarinda tetap diprioritaskan untuk bekerja di hotel tersebut,” katanya.

Di tengah harapan terhadap pembukaan lapangan kerja, industri perhotelan Samarinda juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan tingkat hunian kamar.

Data BPS yang dirilis pada 1 Oktober 2026 mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Samarinda sebesar 52,71 persen pada Agustus 2026. Angka itu turun dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 56,96 persen.

Baca Juga:  Yakob Pangedongan Minta Pemerintah Tidak Abaikan Sekolah Swasta dalam Kebijakan Pendidikan

Sementara itu, kontribusi sektor hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda mencapai Rp209,8 miliar sepanjang 2025. Hingga September 2026, realisasinya tercatat Rp166,9 miliar.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebelumnya menyebut efisiensi anggaran turut memengaruhi aktivitas perhotelan, terutama karena berkurangnya perjalanan dinas dan kegiatan pemerintahan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha perhotelan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan bisnis dan meningkatkan daya saing destinasi daerah.

Helmi berharap pengembangan industri hotel di Samarinda tidak hanya berorientasi pada penambahan fasilitas dan investasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

(Abi/ADV/DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran
Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat
Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa
Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif
Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi
Pemkab Kukar Siapkan Aset di Bukit Biru untuk Pembangunan Gudang Bulog 2027
Distanak Kukar Siapkan Transfer Pengetahuan Pertanian untuk Warga Binaan SAE Pastarung
Pemkab Kukar Dorong Pelaku Usaha Gunakan BBM Nonsubsidi untuk Dukung Kebutuhan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WITA

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WITA

Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WITA

Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:50 WITA

Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi

Berita Terbaru