Home / PPU

Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret Bendungan Waru, PPU. (Ist)

Foto: Potret Bendungan Waru, PPU. (Ist)

Lintasjejaring.com, Penajam – Kemarau yang melanda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU mencatat produksi air untuk pelayanan di wilayah Kecamatan Penajam mengalami penurunan hingga 95 persen. Senin (07/09/2026).

Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi setelah sumber air baku di kawasan Lawe-Lawe tidak lagi mampu mendukung operasional instalasi pengolahan air.

Rasyid menjelaskan, sejumlah sumber air di Lawe-Lawe, mulai dari sungai, bendung hingga embung, mengalami kekeringan. Kondisi itu membuat proses pengolahan air di kawasan tersebut terpaksa dihentikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sungai, bendungan hingga embung di sana dalam keadaan kering,” kata Rasyid.

Setelah pengolahan di Lawe-Lawe berhenti, pelayanan air bersih untuk Kecamatan Penajam kini hanya ditopang sumur dalam. Namun, sumber tersebut tidak mampu menghasilkan air dalam jumlah besar.

Baca Juga:  Sapto Dukung Pengoptimalan Kualitas PW GP Anshor Kaltim Dalam Membangun Dan Menyokong Program Nasional

Dalam kondisi normal, produksi dapat mencapai sekitar 200 liter per detik. Saat kemarau, produksinya merosot menjadi hanya sekitar 10 liter per detik.

“Kalau sebelumnya produksi bisa 200 liter per detik, sekarang hanya sekitar 10 liter per detik. Artinya tinggal lima persen dari kapasitas normal,” jelasnya.

Air hasil produksi terbatas tersebut terlebih dahulu ditampung sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Perumda AMDT juga mengatur penyaluran pada malam hari agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Di tengah kondisi tersebut, Perumda AMDT bersama BPBD PPU melakukan pendistribusian air bersih secara cuma-cuma kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan.

Penyaluran dilakukan berdasarkan permintaan dari pengurus RT maupun pihak kelurahan. Sejumlah titik pengambilan air dipusatkan di kawasan Waru dan Maridan.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber air Lawe-Lawe, Perumda AMDT kini mendorong penambahan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Waru.

Baca Juga:  Syarwani Beri Apresiasi Keluarga Tebengan Lung Atas Terlaksananya Pagelaran Seni Budaya

Rasyid menyebut kapasitas tambahan yang dibutuhkan setidaknya 50 liter per detik. Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan bisa direalisasikan pada tahun ini atau paling lambat 2027.

“Yang kami usulkan adalah penambahan kapasitas IPA minimal 50 liter per detik di Waru. Harapannya bisa dibangun tahun ini, atau paling lambat tahun depan,” ujarnya.

Waru dinilai menjadi lokasi yang paling memungkinkan karena sistem jaringan perpipaan antarkawasan telah terkoneksi. Dengan demikian, tambahan produksi dari Waru nantinya dapat dialirkan menuju Penajam.

Menurut Rasyid, distribusi tersebut juga tidak akan mengganggu kebutuhan masyarakat Waru apabila kapasitas pengolahan ditambah.

Ia mengatakan, Waru sebenarnya memiliki potensi sumber air baku yang cukup besar. Salah satunya berasal dari bendung yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Sumber air baku di Waru sebenarnya sangat melimpah. Ada bendung yang belum dimanfaatkan optimal, sedangkan yang sekarang dimanfaatkan baru embungnya,” ungkap Rasyid.

Persoalan utama, lanjut dia, berada pada kemampuan instalasi pengolahan yang saat ini hanya memiliki kapasitas 30 liter per detik. Kapasitas tersebut masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di wilayah Waru.

Baca Juga:  Dispar Kukar Jajaki Peluang Kolaborasi Event Berskala Nasional dengan IKN

Sementara itu, opsi memanfaatkan sumber air dari Sungai Tunan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Selain membutuhkan kesiapan infrastruktur, kondisi air di kawasan tersebut juga menjadi pertimbangan.

Rasyid menyebut air di Sungai Tunan cenderung payau sehingga diperlukan proses pengolahan lebih lanjut sebelum dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.

Karena itu, di tengah kebutuhan penanganan yang relatif cepat, Perumda AMDT menilai peningkatan kapasitas IPA Waru menjadi opsi yang lebih realistis untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih di PPU, khususnya selama musim kemarau.

Penulis : Sultan

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal
Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla
Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi
Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU
Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar
Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

Rabu, 16 September 2026 - 19:10 WITA

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WITA

Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 14:38 WITA

Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Senin, 14 September 2026 - 18:54 WITA

Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU

Berita Terbaru