Pemkot Samarinda Terapkan WFH Jumat, 50 Persen ASN Kerja Dari Rumah

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 10:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Walikota Samarinda, Andi Harun

Foto : Walikota Samarinda, Andi Harun

Lintasjejaring.com, SAMARINDA, – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menerapkan kebijakan pusat Work From Home (WFH), satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tepatnya setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pemerintah Kota Samarinda menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat bagi sebagian ASN sebagai upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), mengurangi emisi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan. Kebijakan ini tetap menjaga layanan publik berjalan normal, didukung sistem monitoring berbasis digital, untuk memastikan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan mengukur dampak nyata dari penerapan WFH secara transparan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan penerapan WFH tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki tujuan strategis yang terukur.

“Kita ingin menunjukkan kepatuhan terhadap kebijakan nasional, sekaligus menekan konsumsi BBM, mengurangi emisi, dan mengurangi penggunaan kendaraan dinas,” ujarnya.

Dalam skema yang diterapkan, sekitar 50 persen ASN akan menjalankan WFH setiap Jumat. Namun, sejumlah instansi layanan publik tetap dikecualikan, seperti sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan unit pelayanan teknis lainnya.

“Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, tetap masuk kerja seperti biasa. Kita tidak ingin pelayanan publik terganggu,” tegasnya.

Untuk memastikan kedisiplinan ASN, Pemkot Samarinda menyiapkan sistem dashboard monitoring berbasis geo-tagging, yang terhubung secara real time.

Baca Juga:  DPRD Berau Pastikan Dermaga Wisata Pulau Derawan, Gerbang Baru Untuk Wisatawan Rampung Awal 2025

ASN diwajibkan melakukan absensi dari rumah sebanyak tiga kali dalam sehari, dengan sistem yang langsung terhubung ke peta lokasi.

“Kita bisa lihat apakah benar dia absensi dari rumah. Kalau ada manipulasi GPS, itu masuk pelanggaran disiplin berat,” kata Andi Harun.

Ia menambahkan, ASN juga tetap diwajibkan mengenakan pakaian dinas meskipun bekerja dari rumah.

“Walaupun di rumah, tetap harus berpakaian dinas. Jadi tidak ada istilah santai-santai,” ujarnya.

Melalui sistem tersebut, pemerintah juga akan menghitung secara detail potensi penghematan BBM dari kebijakan WFH, baik dari kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi ASN.

“Kita konversi jarak rumah ke kantor dengan konsumsi BBM. Misalnya rata-rata satu orang hemat dua liter per hari. Itu nanti bisa dihitung total penghematannya,” jelasnya.

Data tersebut, lanjutnya, akan ditampilkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik.

“Ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin kebijakan ini terukur dan bisa diuji, bahkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Meski berbasis digital, Pemkot memastikan data pribadi ASN tetap terlindungi.

“Yang tidak kita tampilkan hanya lokasi rumah karena itu hak privasi. Tapi penggunaan BBM dan jenis kendaraan bisa kita tampilkan,” katanya.

Pemkot Samarinda menargetkan sistem ini mulai berjalan penuh dalam waktu dekat, dengan rencana evaluasi langsung setiap pekan.

“Kita akan lihat setiap Jumat. Kita cek bersama-sama, berapa penghematan, berapa pengurangan emisi,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Abdul Muis Serap Aspirasi Warga Lok Bahu Dalam Reses Dapil III

(Kinka)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas
150 PNS Bulungan Kantongi Satya Lencana, Syarwani: Ini Bukan Sekadar Penghargaan Masa Kerja
Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan Siswa SMP di Nunukan, Korban Diduga Diberi Tuak Hingga Mabuk
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
HUT Polwan ke-78, Polres Berau Dorong Polisi Wanita Adaptif Hadapi Era Digital
Kurangi Efek Kemarau Panjang, Polda Kaltara Siram Jalan Untuk Kurangi Debu
Kemarau Tekan Cadangan Air Balikpapan, Puluhan Ribu Pelanggan Hadapi Pengurangan Jam Layanan
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:32 WITA

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 September 2026 - 09:08 WITA

150 PNS Bulungan Kantongi Satya Lencana, Syarwani: Ini Bukan Sekadar Penghargaan Masa Kerja

Rabu, 9 September 2026 - 08:21 WITA

Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan Siswa SMP di Nunukan, Korban Diduga Diberi Tuak Hingga Mabuk

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Rabu, 9 September 2026 - 07:50 WITA

Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA