Lintasjejaring.com, Samarinda – Puluhan kader PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Samarinda, menghadiri mimbar bebas di gerbang kampus UINSI (Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris) Samarinda, yang digelar oleh PMII Komisariat UINSI Samarinda.
Aksi ini sendiri, merupakan bagian dari peringatan bulan “September Gelap”, sebuah momen refleksi atas berbagai kejadian kelam, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), yang pernah terjadi di Indonesia.
Para aktivis mahasiswa, silih berganti untuk menyampaikan orasi, mengajak para mahasiswa yang hadir, untuk mengingat kembali kasus – kasus yang menjadi bagian, dari sejarah kelam “September Gelap”, seperti Tragedi Semanggi II, Pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, hingga peristiwa – peristiwa lainnya, yang menelan korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka menuntut, agar kasus – kasus tersebut tidak dilupakan, dan keadilan bagi para korban, dapat benar – benar ditegakkan.
Husni Mubarak, selaku Ketua Komisariat PMII, mengungkapkan bahwa mimbar ini, sebagai ajang refleksi bagi para kader PMII, dalam memperingati September Gelap.
“Momentum ini, akan menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa sejarah kelam bangsa tidak boleh terulang, dan kader PMII harus terus berdiri, di garis depan memperjuangkan nilai – nilai kemanusiaan” ujarnya.
Di tengah lalu lintas yang ramai, kehadiran mahasiswa dengan bendera, dan orasi yang menggugah perhatian pada pengguna jalan. Aksi ini menunjukkan peran aktif mahasiswa, dalam mengawal isu – isu kemanusiaan, dan mengingatkan masyarakat luas, akan pentingnya memegang teguh nilai – nilai keadilan.
Mimbar bebas ini, dihadiri oleh Ketua Cabang PMII Kota Samarinda, beserta Ketua PKC PMII Kalimantan Timur, dan jajarannya.
(Sean)









