DPRD Samarinda Nilai Status Kota Layak Anak Belum Cerminkan Perlindungan Nyata terhadap Anak

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 06:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti

Lintasjejaring.com, Samarinda — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi perlindungan anak di Samarinda yang dinilai belum sepenuhnya berjalan efektif.

Ia menyoroti masih tingginya kasus pernikahan usia dini yang terjadi diam-diam, meskipun kota ini telah menyandang predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Label layak anak seharusnya menjamin kehidupan yang aman dan nyaman untuk semua anak, tapi realitasnya masih jauh dari itu,” ujar Puji dalam keterangan kepada media, Rabu (18/6/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, fenomena pernikahan dini merupakan salah satu ironi terbesar yang mencoreng komitmen kota dalam melindungi generasi muda.

Ia menyebut praktik tersebut masih sering terjadi di balik layar, bahkan difasilitasi oleh penghulu tidak resmi.

“Ini praktik yang berlangsung senyap, tapi dampaknya sangat nyata. Anak yang seharusnya sekolah justru dinikahkan secara diam-diam,” tegasnya.

Puji juga mengaitkan pernikahan dini dengan tingginya angka putus sekolah di Samarinda.

Baca Juga:  Deni Hakim Soroti Parkir Sembarangan, Jukir Minim Latihan Dan Sistem Pengawasan Lemah

Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang menikah di usia belia umumnya berhenti melanjutkan pendidikan, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup mereka di masa depan.

Berdasarkan pantauan Komisi IV, tidak sedikit orang tua yang masih menganggap bahwa anak cukup dididik sebatas bisa membaca dan menulis.

Padahal, menurut Puji, pendidikan bukan sekadar keterampilan dasar, tetapi bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman.

“Wawasan masyarakat masih harus dibangun. Anak itu bukan hanya harus cerdas, tapi juga punya masa depan yang terlindungi,” ucapnya.

Selain permasalahan pernikahan dini, ia juga menyoroti belum meratanya infrastruktur pendukung yang ramah anak. Sejumlah wilayah di Samarinda, kata Puji, masih belum memiliki fasilitas dasar seperti taman bermain, ruang baca anak, maupun layanan konseling remaja.

“Fasilitas publik yang layak untuk anak itu bukan bonus, tapi bagian dari hak mereka. Jangan sampai status kota layak anak hanya berlaku di pusat kota, sementara di pinggiran anak-anak tidak mendapat perhatian.” tuturnya.

Menurut Puji, upaya mewujudkan KLA tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Semua sektor harus terlibat, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga pihak kepolisian.

Baca Juga:  Samri Saputra Harap Komunikasi Antara DPRD Samarinda Dengan Pemkot Membaik

Dalam hal penegakan hukum, ia meminta aparat untuk tidak ragu menindak tegas para penghulu liar yang terbukti menikahkan anak di bawah umur. Ia menilai perlu adanya efek jera untuk memutus rantai praktik tersebut.

“Kalau tidak diberi tindakan tegas, praktik ini akan terus berulang dan anak-anak terus jadi korban,” katanya.

Meski mengkritisi banyak hal, Puji tetap mengapresiasi program-program yang telah diluncurkan pemerintah kota seperti Kartu Identitas Anak (KIA), internet sehat untuk pelajar, dan penyediaan ruang bermain anak.

Baca Juga:  Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja

Namun, ia mengingatkan bahwa langkah-langkah tersebut masih perlu diperluas jangkauannya agar benar-benar menyentuh semua kalangan.

Puji menekankan bahwa perlindungan anak tidak bisa dibatasi hanya oleh program-program formal, tapi harus menjadi bagian dari budaya masyarakat.

“Kalau kita ingin membangun kota yang benar-benar ramah anak, maka cara berpikir dan sikap sosial kita juga harus berubah. Jangan biarkan masa depan mereka direnggut oleh praktik yang semestinya sudah tidak ada di era ini,” pungkasnya.

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Berita Terbaru