Nama Pejabat Bank BJB Muncul Di Kasus Sritex, Perusahaan Angkat Bicara

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 - 09:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Lintasjejaring.com, Jakarta – Kasus Dugaan Korupsi dalam pemberian fasilitas kredit kepada PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) kembali menyeret nama pejabat perbankan.

Nama Dicky Syahbandinata, mantan Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB, muncul sebagai salah satu tersangka, yang ditetapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menanggapi persoalan tersebut, Ayu Subarna, selaku Sekretaris Perusahaan dari Bank BJB, menegaskan bahwa Dicky sudah tidak menjadi bagian dari perusahaan, terhitung sejak bulan April 2023, meskipun demikian pihak Bank BJB, memberikan dukungan penuh pada proses hukum yang tengah berjalan.

“Kami menghormati dan mendukung langkah aparat penegak hukum, dalam mengungkapkan kasus ini. Bank BJB akan tetapi bersikap kooperatif, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Ayi juga memastikan, bahwa kegiatan operasional Bank BJB akan tetap, berjalan dengan normal. Sebagai institusi keuangan, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan prinsip kehati – hatian serta, tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap aktivitas, termasuk penyaluran kredit.

Terkait perkembangan perkara ini, Kejaksaan Agung menetapkan terdapat tiga orang tersangka. Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB, Dicky Syahbandinata, Direktur Utama Bank DKI Tahun 2020, Zainuddin Mappa, dan Direktur Utama PT. Sritex Periode 2005 – 2022, Iwan Setiawan Lukminto. Ketiganya diduga terlibat didalam pemberian kredit, yang bermasalah dan merugikan negara.

Baca Juga:  Realisasi Anggaran APBN, Kemenang berhasil menduduki peringkat ketiga.

Total kredit yang belum dilunasi hingga Oktober 2024 mencapai Rp3,5 triliun. Dari jumlah tersebut, kredit dari Bank BJB tercatat sebesar Rp543,9 miliar. Kejagung memperkirakan potensi kerugian negara akibat praktik tersebut mencapai lebih dari Rp692 miliar.

Total kredit yang belum dilunasi hingga Oktober 2024, mencapai angka Rp 3,5 Triliun. Dari jumlah tersebut, kredit dari Bank BJB, telah tercatat sebesar Rp 543,9 miliar. Kejagung memperkirakan, potensi kerugian negara akibat praktik tersebut, telah mencapai angka lebih dari Rp692 miliar.

Baca Juga:  Harminsyah Desak Regulasi Harga Seragam Sekolah, Cegah Pungli Berkedok Kewajiban

“Pemberian kredit yang dilakukan, tidak sesuai ketentuan, dan berdampak pada kerugian keuangan negara dalam skala yang cukup besar,” ujar Abdul Qohar, selaku Direktur Penyidikan Jampidsus.

Kasus ini telah mendapat sorotan publik, mengingat akan besarnya dana yang terlibat, serta adanya keterlibatan sejumlah bank dengan plat merah, dan para pejabat tinggi. Proses penyidikan akan terus berlanjut, untuk dapat mengungkapkan pihak – pihak lainnya yang ikut terlibat dan bertanggung jawab.

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Senin, 14 September 2026 - 15:06 WITA

Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia

Berita Terbaru