Samarinda Menuju Zero Tambang 2026, Pariwisata dan Industri Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah.

Foto: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Peralihan menuju Samarinda tanpa aktivitas pertambangan batu bara pada 2026 mendorong pemerintah daerah memperkuat sumber ekonomi di luar sektor tambang. Pariwisata, kuliner, perhotelan, dan industri menjadi sejumlah sektor yang diharapkan mampu menjaga pergerakan ekonomi sekaligus memperluas sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Senin (19/10/2026).

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyebut keterbatasan lahan pertambangan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan ekonomi kota. Menurutnya, Samarinda perlu lebih mengoptimalkan potensi usaha mikro hingga usaha berskala besar agar perekonomian tetap berkembang.

Arah tersebut sejalan dengan kebijakan penataan ruang Kota Samarinda melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda, yang menjadi landasan penataan ruang terkait penghentian aktivitas pertambangan batu bara pada 2026.

Helmi menjelaskan, karakteristik setiap daerah di Kalimantan Timur berbeda sehingga pendekatan pembangunan ekonominya tidak bisa disamakan. Samarinda, dengan keterbatasan lahan tambang, dinilai perlu mengembangkan sektor lain yang lebih sesuai dengan potensi wilayah perkotaan.

“Kalau bicara wilayah memang untuk Samarinda lahan tambangnya terbatas. Jadi, kita lebih menekankan kepada usaha-usaha skala mikro dan makro,” kata Helmi.

Sektor pariwisata, kuliner, perhotelan, dan industri diharapkan menjadi bagian dari penggerak ekonomi tersebut. Pengembangan berbagai bidang usaha itu juga membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun kegiatan ekonomi yang tidak bergantung pada pertambangan batu bara.

“Pengembangan sektor di luar tambang ini harus dilakukan secara terarah, supaya potensi yang kita miliki bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” lanjutnya.

Helmi menegaskan, kebijakan menuju zero tambang di Samarinda tidak serta-merta menjadi acuan bagi seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Daerah yang masih memiliki potensi sumber daya tambang dapat mengembangkannya sesuai karakteristik wilayah serta ketentuan yang berlaku.

“Bagi daerah-daerah lain saya kira cukup punya potensi yang sangat besar untuk menggarap tambang itu. Jadi mungkin beda wilayah, beda juga kebijakannya,” ujarnya.

Perbedaan potensi sumber daya tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pembangunan ekonomi masing-masing daerah. Samarinda diarahkan memperkuat sektor nonpertambangan, sementara daerah lain memiliki pilihan pengembangan ekonomi sesuai sumber daya yang dimiliki.

Baca Juga:  Support Penanganan Karhutla PPU, BKAD Cairkan BTT Rp287 Juta

Transisi menuju zero tambang juga menghadirkan tantangan dalam memastikan sektor nonpertambangan berkembang dan mampu menopang aktivitas ekonomi kota. Pariwisata, usaha kuliner, perhotelan, serta industri perlu diperkuat agar tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

“Kita ingin usaha mikro dan makro terus berkembang, sehingga peluang usaha bagi masyarakat semakin terbuka. Di sisi lain, sektor ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu penopang pendapatan daerah di tengah perubahan arah pembangunan Samarinda,” tambahnya.

Helmi menyatakan, pengembangan sektor usaha menjadi fokus penting bagi Samarinda ke depan, terutama dalam upaya meningkatkan PAD.

“Karena Samarinda ke depan akan lebih fokus ke usaha mikro dan makro untuk pengembangan PAD,” pungkasnya.

Dengan arah tersebut, keberhasilan transisi ekonomi Samarinda akan bergantung pada kemampuan mengembangkan potensi usaha di luar pertambangan secara berkelanjutan, sekaligus memastikan sektor-sektor tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Harminsyah Dukung GratisPol, Ingatkan Pemerintah Siapkan Sistem Layanan yang Siap di Lapangan

(Abi/ADV/DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi

Berita Terbaru