Lintasjejaring.com, Samarinda – Teras Samarinda Tahap II berpotensi memperkuat daya tarik Kota Tepian sebagai ruang publik di sepanjang Sungai Mahakam. Namun, di balik pengembangan kawasan yang menjadi wajah baru kota itu, aspek keselamatan pengunjung perlu menjadi perhatian utama sebelum fasilitas dimanfaatkan secara optimal. Selasa (13/10/2026)
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pitasari, mengingatkan bahwa karakteristik Teras Samarinda Tahap II berbeda dengan tahap pertama. Lokasinya yang berada langsung di tepian Sungai Mahakam membuat kawasan tersebut memiliki risiko yang perlu diantisipasi melalui penyediaan fasilitas pengamanan yang memadai.
Menurut Celni, pembangunan kawasan tidak cukup hanya mengutamakan tampilan yang menarik. Pemerintah Kota Samarinda juga perlu memastikan fasilitas yang tersedia aman digunakan masyarakat, terutama karena lokasinya berdekatan dengan sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan hanya melihat bangunannya bagus atau kawasan ini ramai dikunjungi. Keselamatan masyarakat juga harus menjadi perhatian, termasuk memastikan pagar pembatas di tepi sungai dan fasilitas lainnya benar-benar aman,” ujarnya.
Ia menilai, pemeriksaan terhadap kualitas konstruksi dan kelengkapan fasilitas pendukung perlu dilakukan sebelum kawasan dimanfaatkan secara maksimal. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati ruang publik tersebut tanpa mengabaikan risiko yang mungkin muncul.
DPRD Samarinda melalui Komisi III sebelumnya juga melakukan peninjauan terhadap proyek tersebut untuk melihat kualitas pekerjaan dan kesiapan fasilitas pendukung. Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan memperhatikan keamanan masyarakat.
Di sisi lain, Teras Samarinda II memiliki peluang untuk meningkatkan daya tarik kawasan tepian Mahakam sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pemanfaatannya perlu disertai pengelolaan yang tertata, mulai dari aktivitas usaha, akses pengunjung, hingga pemeliharaan fasilitas umum.
Celni menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh berhenti setelah pembangunan selesai. Kondisi fasilitas perlu dipantau secara berkala agar kerusakan maupun kekurangan yang ditemukan bisa segera ditangani.
“Setelah dibuka nanti, fasilitasnya juga harus terus diperiksa dan dirawat. Kalau ada bagian yang rusak atau dinilai belum aman, harus segera diperbaiki supaya masyarakat merasa nyaman saat berkunjung,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan yang baik menjadi bagian penting untuk menjaga fungsi Teras Samarinda II sebagai ruang publik. Keberadaan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik kota, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi warga yang ingin beraktivitas di tepi Sungai Mahakam.
Dengan demikian, keberhasilan Teras Samarinda II tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan atau banyaknya pengunjung. Keamanan, kenyamanan, dan pemeliharaan fasilitas juga perlu menjadi perhatian agar kawasan ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
(Abi/ADV/DPRD Samarinda)










