Lintasjejaring.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih melanjutkan penataan pejabat pimpinan tinggi pratama. Setelah melakukan rotasi pada Senin (28/9/2026), Pemprov Kaltim masih mencatat 14 jabatan eselon II yang kosong. Senin (28/09/2026).
Kondisi tersebut membuat agenda penyegaran pejabat belum berakhir. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memastikan pemerintah masih akan melakukan penyesuaian pada sejumlah organisasi perangkat daerah sesuai kebutuhan.
Rotasi berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim dengan menyasar sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pendapatan daerah, sosial hingga manajemen rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rudy mengatakan pemerintah melakukan penataan untuk menyegarkan organisasi sekaligus memenuhi kebutuhan perangkat daerah yang membutuhkan pejabat.
“Masih banyak yang akan dilaksanakan penyegaran. Karena proses administrasi kalau terlalu lama, sementara kita sudah membutuhkan untuk organisasi,” ucap Gubernur Kaltim.
Dalam penataan kali ini, Dasmiah berpindah dari Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim ke posisi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim.
Andi Muhammad Ishak juga mendapat tugas baru. Ia berpindah dari Kepala Dinas Sosial Kaltim menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kaltim. Posisi Kepala Dinas Sosial kemudian ditempati dr. Jaya Mualimin yang sebelumnya memimpin Dinas Kesehatan Kaltim.
Pemprov Kaltim juga menata jajaran rumah sakit daerah. dr. Ariesanty Irawaty Marhabang mendapat tugas sebagai Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Rosjidah Rahmawati mendapat tugas sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Sementara itu, dr. Nurliana Adriati Noor mendapat tugas sebagai Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
Rudy menegaskan bahwa penataan pejabat tidak hanya menyentuh sektor kesehatan. Pemerintah juga melihat kebutuhan pada sejumlah perangkat daerah lain yang masih memerlukan penyesuaian.
Ia menyebut sektor pendidikan, Inspektorat, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai bagian dari agenda penataan berikutnya. Rudy kemudian menegaskan bahwa PUPR juga masuk dalam rencana penataan organisasi Pemprov Kaltim.
“Ini masih ada yang belum, pendidikan, masih Inspektorat dan macam-macam. Nanti termasuk juga di PUPR,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rotasi pada Senin ini belum menutup seluruh kebutuhan pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Kaltim.
14 Jabatan Eselon II Masih Kosong
Berdasarkan data yang disampaikan, Pemprov Kaltim masih memiliki 14 jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong.
Jabatan tersebut meliputi Asisten III Setdaprov Kaltim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Kepala Kesbangpol, Kepala Biro Umum, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
Selain itu, posisi Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerja Sama, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Biro Kesra, Sekretaris DPRD Kaltim, serta Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda juga masih kosong.
Dengan jumlah tersebut, pemerintah masih harus melanjutkan proses pengisian jabatan pada sejumlah perangkat daerah.
Rotasi untuk Penyegaran dan Karier ASN
Rudy juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan rotasi berkaitan dengan isu transparansi anggaran di lingkungan Pemprov Kaltim.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah menempatkan rotasi sebagai bagian dari manajemen ASN. Menurutnya, perpindahan tugas tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi juga memberi ruang bagi ASN untuk mengembangkan pengalaman dan karier.
“Kita laksanakan satu penyegaran. Yang kedua, untuk mendapatkan satu wawasan dan juga memberikan kesempatan kepada ASN kita dalam melaksanakan karier,” ucap Rudy.
Ia menambahkan, pemerintah melihat kebutuhan organisasi saat menentukan penempatan pejabat. Kekosongan posisi serta kebutuhan tenaga kesehatan ikut menjadi pertimbangan. Ia kemudian menegaskan alasan lain yang mendorong pemerintah melakukan pengisian jabatan.
“Satu, banyak nakes, kedua juga ada yang kosong-kosong kita isi,” pungkasnya.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi










