Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong pemerintah pusat memperkuat infrastruktur di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Jumat (02/10/2026).
Sejumlah usulan kembali dibawa Pemkab PPU dalam pertemuan bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia di Jakarta. Di antaranya pemanfaatan Bandara VVIP IKN untuk penerbangan komersial, pembangunan Jembatan Sungai Riko, Pelabuhan Nenang, Coastal Road hingga jalan lingkar.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, pemerintah daerah mendapat respons positif saat menyampaikan berbagai kebutuhan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita sudah ke Kementerian Infrastruktur, alhamdulillah disambut baik. Persoalan infrastruktur yang kita sampaikan, termasuk beberapa persoalan di ATR/BPN menyangkut lahan masyarakat yang dijadikan PSN, insyaallah akan mereka fasilitasi,” ujar Mudyat.
Menurutnya, pembahasan tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Pemerintah pusat akan mengoordinasikan usulan PPU dengan kementerian terkait.
“Sudah kita bicarakan. Mereka akan rapatkan dengan kementerian terkait supaya bisa terealisasikan,” katanya.
Bandara IKN Didorong Layani Penerbangan Komersial
Salah satu usulan yang cukup penting bagi PPU ialah pemanfaatan Bandara VVIP IKN untuk penerbangan komersial.
Pemkab PPU ingin keberadaan bandara tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan VVIP. Pemerintah daerah berharap fasilitas itu juga bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
“Bandara VVIP IKN kami dorong supaya memberikan manfaat bagi daerah,” kata Mudyat.
Pemanfaatannya, lanjut dia, bisa dilakukan secara bertahap. Salah satu opsi yang didorong adalah membuka layanan penerbangan haji sebelum berkembang menjadi bandara internasional.
“Bisa untuk haji dulu ataupun menjadi bandara internasional,” ujarnya.
Usulan tersebut sebelumnya sudah disampaikan Pemkab PPU melalui surat Gubernur Kalimantan Timur. Pemkab juga telah melakukan pembahasan dengan Kementerian Perhubungan.
Sambil menunggu proses kebijakan tersebut, Pemkab PPU juga mulai menyiapkan sumber daya manusia lokal untuk mendukung kebutuhan sektor penerbangan.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya untuk mempersiapkan anak-anak PPU agar nantinya dapat mengisi kebutuhan tenaga nonteknis di sektor penerbangan.
Jembatan Riko dan Pelabuhan Nenang Ikut Didorong
Selain bandara, Pemkab PPU memasukkan pembangunan Jembatan Sungai Riko dalam daftar infrastruktur yang diajukan kepada pemerintah pusat.
Jembatan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses menuju kawasan yang memiliki potensi ekonomi.
Pelabuhan Nenang juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab PPU melihat pembangunan pelabuhan tersebut dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di wilayah sekitar. Ia kemudian menjelaskan alasan pemerintah daerah terus mendorong pembangunan pelabuhan tersebut.
Mudyat menilai posisi Pelabuhan Nenang cukup strategis karena tidak mengganggu alur pelayaran di kawasan Teluk Balikpapan.
“Pelabuhan Nenang kalau terbangun akan membawa dampak ekonomi luar biasa. Karena letaknya tidak mengganggu alur pelayaran di sekitar Teluk Balikpapan,” lanjutnya.
Konektivitas PPU Terus Diperkuat
Selain tiga proyek tersebut, Pemkab PPU juga mengusulkan pembangunan Coastal Road dan jalan lingkar yang menghubungkan PPU dengan wilayah lain.
Berbagai usulan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas PPU di tengah perkembangan IKN.
Pemkab PPU kini menunggu pembahasan lanjutan pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap kebutuhan infrastruktur yang sudah disampaikan bisa mendapat tindak lanjut melalui kementerian terkait.
Dengan begitu, pembangunan infrastruktur di PPU tidak hanya mendukung konektivitas menuju IKN, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi daerah.
(Mat/ADV)










