Kerajinan Kayu Ulin PPU Dibidik Jadi Cendera Mata Khas, Digitalisasi Buka Peluang Pasar

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bidang Perindustrian KUKM Perindag PPU, Yuli Setiyowati dan produk olahan kayu lokal PPU.

Foto: Kepala Bidang Perindustrian KUKM Perindag PPU, Yuli Setiyowati dan produk olahan kayu lokal PPU.

Lintasjejaring.com, Penajam – Kerajinan berbahan kayu ulin berpeluang menjadi identitas produk lokal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan PPU mendorong pengrajin mengembangkan desain, menonjolkan kekhasan bahan, serta memanfaatkan pemasaran digital agar produk seperti centong dan talenan kayu memiliki nilai jual lebih tinggi. Sabtu (24/10/2026).

Pengembangan produk kerajinan daerah tidak cukup hanya mengandalkan fungsi barang. Keunikan bahan, desain, dan identitas asal produk menjadi aspek yang dapat membedakan kerajinan lokal dari produk sejenis di pasaran.

Hal tersebut menjadi perhatian Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU dalam mendorong produk olahan kayu ulin agar memiliki daya tarik lebih kuat. Material khas tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai perlengkapan rumah tangga sekaligus cendera mata yang membawa identitas daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Perindustrian KUKM Perindag PPU, Yuli Setiyowati, mengatakan kayu ulin mempunyai kekhasan yang dapat menjadi keunggulan produk kerajinan setempat. Potensi itu perlu diikuti pengembangan bentuk dan tampilan agar produk lebih menarik bagi calon pembeli.

“Kayu ulin ini punya kekhasan yang bisa kita jual. Misalnya, centong kayu ulin dan talenan. Produk seperti ini sebenarnya bisa dikembangkan, apalagi kalau dibuat lebih menarik,” ujar Yuli.

Desain dan Personalisasi Tambah Nilai Produk

Menurutnya, kerajinan berbahan kayu tidak harus dipasarkan sebatas perlengkapan rumah tangga. Dengan desain yang tepat, produk tersebut juga dapat menyasar konsumen yang mencari barang dekoratif maupun suvenir dengan ciri khas tertentu.

“Pengrajin bisa mengembangkan produk dengan desain khusus sesuai kebutuhan konsumen. Misalnya, talenan kayu tidak hanya digunakan sebagai perlengkapan memasak, tetapi juga bisa menjadi elemen estetika yang mempercantik tampilan dapur,” katanya.

Penambahan nama atau tulisan tertentu sesuai permintaan pembeli menjadi salah satu pilihan untuk memberikan sentuhan personal. Cara tersebut dapat membuat produk terasa lebih khusus dibandingkan perlengkapan rumah tangga yang diproduksi dengan desain umum.

“Kalau menggunakan talenan biasa, mungkin sudah umum. Tetapi kalau menggunakan kayu, kesannya lebih estetik. Apalagi kalau bisa dikustomisasi dengan nama, tentu ada nilai tambahnya,” jelas Yuli.

Ia menilai, kreativitas dalam mengembangkan desain perlu menjadi perhatian pelaku usaha agar produk lokal mempunyai pembeda. Keunikan bahan dan tampilan dapat menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan kepada konsumen.

“Dengan pendekatan tersebut, pengrajin memiliki peluang memasarkan produk untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hadiah hingga cendera mata khas daerah. Namun, pengembangannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan produksi dan kebutuhan pasar agar produk yang dihasilkan dapat diterima konsumen,” jelasnya.

Identitas Lokal Perlu Diperkuat melalui Cerita Produk

Selain desain, Yuli menekankan pentingnya membangun narasi yang menjelaskan keunggulan produk. Informasi mengenai bahan, proses pembuatan, dan karakter daerah dapat membantu calon pembeli memahami nilai yang ditawarkan.

Baca Juga:  DP3A Kukar Dampingi 50 Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan
Baca Juga:  Pemkab Kukar Ajak Pelajar Kenali Nilai Pancasila Lewat Peringatan Hari Kesaktian

Menurutnya, konsumen terkadang mempertimbangkan cerita dan keunikan suatu barang sebelum memutuskan membeli. Karena itu, pelaku usaha perlu menyampaikan identitas produk secara menarik tanpa mengabaikan kualitas barang yang dipasarkan.

“Orang membeli itu terkadang bukan hanya karena bentuk produknya, tetapi juga karena ada nilai yang terkandung di dalamnya. Kita harus pintar membuat narasi agar orang tertarik,” ungkapnya.

Peluang pengembangan produk unggulan PPU juga tidak terbatas pada kerajinan kayu ulin. Yuli menyebut batik yang menggunakan pewarna alami dari bahan khas daerah berpotensi dikembangkan sebagai produk dengan identitas lokal.

Keunikan bahan dan proses pewarnaan dapat menjadi bagian dari cerita produk yang membedakannya dari batik lainnya. Dengan pengemasan informasi yang baik, produk tersebut berpeluang diperkenalkan kepada konsumen yang tertarik pada kerajinan dengan karakter daerah.

Pemasaran Digital Jadi Alternatif Perluasan Pasar

Di tengah keterbatasan kegiatan promosi secara langsung, pemasaran digital dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Inflasi Yang Lebih Visioner, Pasar Murah Dinilai Tak Cukup

Yuli mengatakan teknologi digital membuka kesempatan bagi pengrajin untuk menampilkan produk tanpa harus selalu bergantung pada pameran. Foto produk, informasi mengenai bahan, keunikan desain, dan cerita pembuatannya dapat menjadi materi promosi yang disampaikan melalui kanal digital.

“Sekarang digitalisasi sudah semakin mudah. Ini bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk asli Penajam, sehingga kekhasan yang kita miliki bisa dikenal lebih luas,” pungkasnya.

Meski demikian, keikutsertaan dalam pameran yang difasilitasi pihaknya pada tahun ini masih terbatas pada skala lokal dan internal. Efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan yang membatasi kegiatan promosi di luar daerah.

“Pemasaran digital bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar. Namun, promosi juga harus didukung kualitas produk, desain yang kreatif, serta kemampuan menunjukkan keunggulan produk agar bisa bersaing dan menarik minat konsumen,” pungkasnya.

Dinas KUKM Perindag PPU mendorong pengrajin terus mengembangkan produk berbahan kayu ulin maupun batik dengan bahan khas daerah. Upaya tersebut diharapkan membantu memperkuat identitas kerajinan lokal sekaligus membuka kesempatan bagi produk PPU untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Kukar Tekankan Kepedulian Sosial Anak Muda
Asisten II Setkab Kukar Sebut Tiga Kecamatan di Kukar Sudah Buka Gerai Layanan melalui Mini MPP
Bupati Kukar Pertimbangkan Lahan Eks Tambang untuk Perluas Area Pemberdayaan Warga Binaan
SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Kukar Tekankan Kepedulian Sosial Anak Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:47 WITA

Asisten II Setkab Kukar Sebut Tiga Kecamatan di Kukar Sudah Buka Gerai Layanan melalui Mini MPP

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Bupati Kukar Pertimbangkan Lahan Eks Tambang untuk Perluas Area Pemberdayaan Warga Binaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Berita Terbaru