Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Tenguyun Fest 2026 tidak hanya menghadirkan olahraga tradisional dan kebudayaan. Festival tersebut juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menggerakkan ekonomi lokal Kabupaten Bulungan. Kamis (17/09/2026).
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan Tenguyun Fest menjadi wadah untuk menjaga budaya daerah. Pada saat yang sama, kegiatan ini mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Festival berlangsung pada 17–20 September 2026 di Kampus Universitas Kaltara. DKOP Bulungan menggelar kegiatan tersebut bersama KORMI Kabupaten Bulungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Festival tahun ini tidak hanya menyajikan kemeriahan hiburan semata, tetapi juga melibatkan 30 pengusaha UMKM lokal,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Budaya dan Ekonomi Bergerak Bersama
Menurut Syarwani, Tenguyun Fest 2026 melibatkan induk organisasi olahraga (inorga). Para pegiat olahraga dari 10 kecamatan juga ikut meramaikan kegiatan.
Keterlibatan berbagai komunitas membuat festival memiliki ruang interaksi yang lebih luas. Masyarakat dapat menikmati olahraga tradisional sekaligus mengenal kembali budaya daerah.
Selain itu, kehadiran 30 pelaku UMKM memberi peluang bagi masyarakat untuk memasarkan produk lokal. Aktivitas tersebut turut menciptakan perputaran ekonomi selama festival berlangsung.
“Tenguyun Fest menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi kreatif di Bulungan,” katanya.
Syarwani berharap perpaduan olahraga tradisional, budaya, dan UMKM terus berkembang. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan festival sebagai momentum untuk memperkuat gotong royong.
Jaga Identitas Bulungan
Syarwani menilai olahraga tradisional memiliki hubungan erat dengan pelestarian budaya. Karena itu, pemerintah ingin memperluas ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mempraktikkan olahraga tradisional.
Ia juga berharap kegiatan seperti Tenguyun Fest terus mendapat dukungan masyarakat. Dengan begitu, olahraga tradisional tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
“Jadikan ini kekuatan bersama dalam rangka untuk kita mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga tradisional khususnya di Kabupaten Bulungan sebagai bagian daripada ikhtiar kita untuk melestarikan budaya di Bulungan,” kata Syarwani.
Tenguyun Fest 2026 pun mempertemukan tiga unsur dalam satu rangkaian kegiatan. Olahraga tradisional menjadi daya tarik utama, budaya menjadi identitas, sedangkan UMKM mendapat ruang untuk mengembangkan pasar.
712 Pegiat Olahraga Tradisional Ikut Meramaikan
Ketua KORMI Bulungan Adymas Putro Utomo mengatakan pihaknya melibatkan berbagai inorga dalam Tenguyun Fest 2026. Langkah tersebut bertujuan menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap olahraga tradisional.
Tahun ini, festival mengusung tema “Tradisi Tanpa Batas, Populer Tanpa Kehilangan Identitas”. Sebanyak 712 pegiat dari berbagai inorga olahraga tradisional ikut ambil bagian.
Menurut Adymas, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat membudayakan olahraga rekreasi. Apalagi, masyarakat kini menghadapi perubahan gaya hidup di era modern.
“Ajang ini tidak sekadar mempererat silaturahmi antarpegiat olahraga tradisional, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaring potensi pegiat rekreasi daerah yang siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkas Adymas.
Penulis : Yudistira
Editor : Red/ADV/Diskominfo Bulungan









