Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Lomba Posyandu serta Tari Pesisir dan Pedalaman menjadi bagian dari upaya Kecamatan Tanjung Selor memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus membuka ruang kreativitas bagi anak dan remaja. Jumat (14/08/2026).
Pengumuman pemenang berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kecamatan Tanjung Selor di Aula Kecamatan Tanjung Palas.
Kecamatan Tanjung Selor menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan menggabungkan aspek kesehatan, kreativitas, dan pelestarian seni budaya. Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si. menutup rangkaian kegiatan sekaligus menyerahkan piala dan plakat kepada para pemenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Syarwani Dorong Posyandu Terus Berinovasi
Dalam kesempatan itu, Syarwani menilai lomba Posyandu bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mendorong kader untuk menghadirkan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan edukasi pola hidup sehat, mendampingi ibu hamil, serta membantu mencegah stunting sejak masa 1.000 hari pertama kehidupan.
“Kita harus mampu hadir, melahirkan kegiatan-kegiatan yang bersifat inovatif, yang semuanya dalam rangka untuk membangun kesadaran orang tua untuk bagaimana kita memberikan pelayanan kepada anak-anak kita, utamanya di usia balita,” kata Syarwani.
Karena itu, ia mendorong kader Posyandu terus meningkatkan kreativitas dalam menjalankan pelayanan. Dengan inovasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini.
Kegiatan Seni Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai
Selain pelayanan kesehatan, Syarwani juga mendorong pemerintah dan masyarakat memperbanyak kegiatan seni dan budaya untuk anak serta remaja.
Menurutnya, kegiatan seperti lomba tari dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat. Langkah tersebut juga menjadi salah satu cara menghadirkan aktivitas alternatif di tengah penggunaan telepon seluler dan media sosial yang semakin tinggi.
“Kalau kegiatan-kegiatan seperti ini frekuensinya kita lebih seringkan, otomatis waktu mereka untuk melihat handphone mereka sudah berkurang.”
Ia melanjutkan, kegiatan seni dapat mengarahkan perhatian anak pada aktivitas yang produktif sekaligus membangun kreativitas.
“Karena ada fokus baru yang kita ajak ke mereka dalam membangun kreativitas, membangun minat anak-anak kita dalam seni budaya,” ujarnya.
Dengan begitu, pelestarian budaya tidak hanya berlangsung melalui pertunjukan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung generasi muda.
Posyandu Menur Desa Gunung Sari Raih Juara I
Dalam lomba Posyandu, Posyandu Menur Desa Gunung Sari meraih Juara I. Posyandu Merudung Desa Jelarai menempati Juara II, sedangkan Posyandu Teratai Kelurahan Tanjung Selor Hulu meraih Juara III.
Sementara itu, Posyandu Satelit Desa Apung meraih Juara IV. Panitia juga memberikan penghargaan Kader Posyandu Terbaik kepada Pratiwi Kartikasari dari Posyandu Menur.
Sanggar Tari Tampilkan Seni Pesisir dan Pedalaman
Pada kategori Tari Pesisir, Sanggar Tari Semandak Buayoy Kelurahan Tanjung Selor Hilir berhasil meraih Juara I. Selanjutnya, Sanggar Tari Kesbul Desa Jelarai menempati Juara II.
Kemudian, kategori Tari Pedalaman menempatkan Sanggar Tari Sungai Kayan Kelurahan Tanjung Selor Hilir sebagai Juara I. Sanggar Tari Temi’it Desa Jelarai meraih Juara II.
Juara III diraih Tunas Bahuma Desa Apung, sedangkan Sanggar Tari Likuray Desa Gunung Seriang memperoleh Juara Harapan I.
Rangkaian lomba tersebut menunjukkan bahwa kegiatan HAN dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan anak sekaligus mengembangkan kreativitas dan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya daerah.
Penulis : Yudistira
Editor : Red/ADV/Diskominfo Bulungan









