Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar seminar kesehatan mental bagi remaja di Tanjung Selor, Sabtu (08/09/2026)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026. Pemkab Bulungan mengangkat isu kesehatan mental dan persoalan sosial yang semakin dekat dengan kehidupan anak dan remaja.
Sebanyak 350 peserta mengikuti seminar. Peserta berasal dari pengurus Forum Anak Daerah (FAD) tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan. Selain itu, sejumlah perwakilan SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN juga mengikuti kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bulungan Andriana mengatakan seminar mengangkat subtema pentingnya melatih mental health remaja sejak dini.
“Melatih ketahanan mental sejak dini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah urgensi dan kebutuhan demi menyelamatkan generasi emas kita,” ujar Andriana.
Bekali Remaja Hadapi Tekanan Sosial
Andriana menjelaskan, seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan mental sekaligus berbagai persoalan sosial di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, para peserta belajar mengenali tanda-tanda gangguan mental. Mereka juga mendapat wawasan mengenai cara menjaga kesehatan mental dan membangun ketahanan diri.
Selain itu, materi seminar membahas strategi menghadapi stres, kecemasan, tekanan sosial, serta berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Menurut Andriana, pemahaman tersebut semakin penting karena remaja menghadapi berbagai tekanan. Perundungan, tekanan akademik, persoalan keluarga, dan penggunaan media sosial dapat memengaruhi kondisi mental anak.
Karena itu, lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu memberikan ruang yang aman bagi anak untuk berbicara mengenai persoalan yang mereka hadapi.
Andriana juga mendorong para peserta agar tidak memberikan stigma kepada orang yang mengalami persoalan kesehatan mental.
“Kurangnya pemahaman tentang mental health menyebabkan stigma, bullying, hingga perilaku menyimpang,” katanya.
Dengan pemahaman yang lebih baik, remaja diharapkan mampu mengenali persoalan sejak awal. Mereka juga dapat mengetahui kapan harus meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau pihak yang memiliki kompetensi.
Teknologi Membawa Tantangan Baru
Pemkab Bulungan melihat perkembangan teknologi turut membawa tantangan bagi kehidupan remaja. Media sosial memberikan akses informasi yang luas, tetapi pada saat yang sama dapat menghadirkan tekanan sosial baru.
Remaja dapat menghadapi perbandingan sosial, komentar negatif, perundungan daring, hingga paparan berbagai informasi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Andriana menilai penguatan mental perlu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Remaja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan mengelola emosi dan menghadapi tekanan.
“Kita ingin anak-anak memahami pentingnya menjaga mental, mengenali tanda-tanda gangguan mental, serta memiliki keterampilan untuk membangun mental yang sehat dan tangguh,” tuturnya.
Syarwani: Anak Bulungan Aset Masa Depan
Bupati Bulungan Syarwani turut menghadiri seminar tersebut. Ia menilai kegiatan itu dapat menjadi ruang bagi remaja untuk mendapatkan informasi, pengalaman, dan pengetahuan yang bermanfaat bagi perkembangan diri.
Syarwani menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda sejak sekarang. Menurutnya, generasi yang tumbuh saat ini akan memegang peran penting dalam pembangunan Kabupaten Bulungan pada masa mendatang.
“Masa depan Kabupaten Bulungan dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan berada di tangan generasi muda yang harus kita siapkan sejak dini,” ujar Syarwani.
Karena itu, ia mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Kesehatan fisik dan mental, kata dia, menjadi modal penting bagi anak dalam mengembangkan kemampuan serta meraih cita-cita.
“Karena kita sangat menyadari bahwa anak-anak Kabupaten Bulungan adalah aset berharga masa depannya Kabupaten Bulungan,” tuturnya.
Syarwani juga mendorong para remaja memanfaatkan kesempatan belajar untuk mengembangkan potensi diri. Menurutnya, berbagai pengalaman dan pengetahuan yang mereka peroleh saat ini dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia pendidikan tinggi, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui seminar kesehatan mental tersebut, Pemkab Bulungan berharap para remaja semakin mampu mengenali kondisi dirinya. Selain itu, mereka diharapkan berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan serta ikut menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan.
Penulis : Yudistira
Editor : Red/ADV/Diskominfo Bulungan









