Lintasjejaring.com, Penajam – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa yang menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap. Evaluasi dilakukan untuk menyesuaikan layanan dengan kondisi sekolah yang terdampak. Senin (19/10/2026).
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan pihaknya akan menyampaikan perkembangan kondisi sekolah secara berkala kepada perwakilan BGN di daerah.
Langkah ini diperlukan agar informasi mengenai sekolah yang menghentikan sementara pembelajaran tatap muka atau beralih ke PJJ dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program MBG.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Asransyah, perwakilan BGN Kabupaten Penajam Paser Utara, tadi malam. Kami akan mengabarkan secara berkala sekolah-sekolah mana yang libur atau menerapkan PJJ akibat dampak asap,” kata Durajat.
Ia menjelaskan, pemantauan terhadap kondisi sekolah akan dilakukan selama dua hingga tiga hari ke depan.
Disdikpora PPU akan memperbarui data sekolah yang terdampak agar koordinasi dengan BGN dapat berjalan sesuai perkembangan di lapangan.
Menurut Durajat, penyesuaian tersebut perlu dilakukan karena dampak kabut asap tidak selalu sama di setiap wilayah.
Selain itu, cakupan layanan MBG juga belum menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten PPU sehingga data mengenai sekolah penerima manfaat menjadi bagian penting dalam proses koordinasi.
Mekanisme Penyaluran MBG Disesuaikan
Mengenai mekanisme distribusi makanan selama siswa belajar dari rumah, Disdikpora PPU menyerahkan pengaturan teknis kepada pihak pengelola layanan pemenuhan gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pengelola nantinya dapat mempertimbangkan kondisi sekolah dan ketentuan operasional yang berlaku dalam menentukan langkah selanjutnya.
“Kalau ada sekolah yang terdampak asap kemudian menerapkan PJJ, silakan pihak SPPG mengatur layanan MBG-nya. Apakah layanan ditiadakan sementara untuk sekolah tersebut atau menggunakan skema lain, itu menjadi kebijakan operasional mereka,” jelasnya.
Durajat menegaskan, komunikasi antara Disdikpora dan BGN akan terus dilakukan selama penyesuaian pembelajaran berlangsung.
Pembaruan informasi diharapkan membantu pihak terkait menentukan mekanisme layanan yang sesuai dengan kondisi siswa dan sekolah.
PJJ Jadi Penyesuaian di Tengah Kabut Asap
Di sisi lain, penerapan PJJ dilakukan sebagai bentuk penyesuaian kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terdampak kabut asap.
Kondisi lingkungan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung sesuai situasi di masing-masing wilayah.
Disdikpora PPU berharap koordinasi lintas instansi tersebut dapat mencegah kesimpangsiuran informasi mengenai penyaluran MBG selama PJJ.
Dengan pemantauan berkala dan komunikasi yang terjaga, penyesuaian layanan diharapkan dapat dilakukan secara terarah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
(Mat/ADV)










