Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan belum memprioritaskan pembangunan kembali gedung utama Kantor Bupati yang terbakar. Kondisi keuangan daerah menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan penggunaan anggaran. Kamis (30/07/2026).
Pemkab Bulungan memilih mengarahkan anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Pelayanan dasar masyarakat menjadi perhatian utama dalam penyusunan skala prioritas tersebut.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan pemerintah belum menetapkan keputusan mengenai pembangunan kembali gedung utama Kantor Bupati. Pemkab masih melihat kemampuan keuangan daerah sebelum menentukan langkah pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Syarwani, pemerintah harus mengatur anggaran secara hati-hati. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat setiap rencana pembangunan perlu menyesuaikan kebutuhan yang paling penting bagi masyarakat.
“Masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus didahulukan, terutama pelayanan dasar. Karena itu anggaran daerah harus digunakan sesuai skala prioritas,” ujar Syarwani.
Pemkab Bulungan Siapkan Kajian Kondisi Bangunan
Selain persoalan anggaran, Pemkab Bulungan juga belum menentukan apakah gedung utama tersebut akan direnovasi atau dibangun kembali. Pemerintah terlebih dahulu membutuhkan kajian teknis untuk mengetahui kondisi struktur bangunan pascakebakaran.
Kajian itu akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan berikutnya. Jika struktur bangunan masih memungkinkan, pemerintah dapat mempertimbangkan renovasi. Namun, apabila kondisinya tidak memungkinkan, pembangunan baru menjadi salah satu opsi.
Syarwani menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil keputusan tanpa mengetahui kondisi bangunan secara menyeluruh. Karena itu, pemeriksaan struktur menjadi tahap penting sebelum pemerintah menghitung kebutuhan biaya.
“Struktur bangunannya harus diperiksa dulu. Dari hasil kajian itu baru bisa diketahui apakah cukup direnovasi atau memang harus dibangun ulang. Setelah itu baru dihitung berapa kebutuhan anggarannya dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Dengan demikian, Pemkab Bulungan masih menempatkan kajian teknis sebagai langkah awal. Pemerintah kemudian akan menghubungkan hasil kajian dengan kemampuan anggaran daerah.
Aktivitas Pemerintahan Tetap Berjalan
Kebakaran gedung utama Kantor Bupati tidak menghentikan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Bulungan. Syarwani bersama jajaran tetap menjalankan tugas pemerintahan meski harus menggunakan sejumlah kantor OPD sebagai tempat bekerja sementara.
Pimpinan daerah dan jajaran secara bergantian berkantor di beberapa lokasi. Di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pemerintahan berlangsung dengan pola kerja yang berbeda dari biasanya. Meski demikian, pemerintah tetap menjalankan fungsi koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Syarwani bahkan melihat pola kerja tersebut memberikan ruang koordinasi yang lebih dekat dengan perangkat daerah. Kehadiran pimpinan di lingkungan OPD memungkinkan berbagai persoalan dibahas secara langsung.
“Dengan berkantor berpindah-pindah seperti ini, komunikasi dengan perangkat daerah menjadi lebih intens. Berbagai persoalan juga bisa lebih cepat dibahas dan dicarikan solusinya,” katanya.
Pelayanan Publik Tetap Menjadi Perhatian
Pemkab Bulungan memastikan kondisi kantor utama yang belum dapat digunakan tidak mengganggu pelayanan publik. Setiap perangkat daerah tetap menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
Pemerintah juga meminta seluruh OPD mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, aktivitas pemerintahan tetap berjalan meskipun lokasi kerja pimpinan daerah sementara berpindah-pindah.
Di sisi lain, rencana pembangunan kembali gedung utama Kantor Bupati masih menunggu sejumlah tahapan. Pemkab perlu menyelesaikan kajian kondisi bangunan, menghitung kebutuhan anggaran, kemudian menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan daerah.
Syarwani menegaskan kebutuhan masyarakat menjadi pertimbangan penting dalam menentukan prioritas anggaran. Pemerintah tidak ingin pembangunan gedung menggeser kebutuhan pelayanan dasar yang masih harus dipenuhi.
Untuk sementara, Pemkab Bulungan melanjutkan aktivitas pemerintahan dari sejumlah OPD. Pemerintah juga tetap membuka ruang untuk menentukan langkah terhadap gedung utama setelah hasil kajian teknis dan kemampuan anggaran tersedia.
Dengan pola tersebut, roda pemerintahan Kabupaten Bulungan tetap berjalan sembari pemerintah menyiapkan keputusan terkait masa depan gedung utama Kantor Bupati yang terbakar.
Penulis : Yudistira
Editor : Red/ADV/Diskominfo Bulungan









