PPU Siap Jadi Andalan Ketahanan Pangan di Kaltim

- Redaksi

Kamis, 8 Mei 2025 - 22:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan di Makodam VI/Mulawarman.

Foto: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan di Makodam VI/Mulawarman.

Lintasjejaring.com, Balikpapan – Kalimantan Timur (Kaltim) kian dipercaya menjadi pusat penggerak program swasembada pangan nasional.

Harapan besar ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan yang berlangsung di Markas Kodam VI/Mulawarman, Kamis, (8/5/2025).

Acara tersebut dihadiri para tokoh penting, mulai dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, hingga jajaran kepala daerah se-Kaltim, unsur TNI, serta para penyuluh pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menyampaikan komitmen kuat daerahnya dalam mendukung langkah strategis Kementerian Pertanian.

Menurutnya, Kabupaten PPU telah mengimplementasikan program ketahanan pangan dengan melibatkan berbagai pihak secara sinergis.

Baca Juga:  Wakil Bupati PPU Hadiri Upacara HUT Otonomi Daerah ke-29 di Balikpapan

“Langkah ini sangat sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama,” ujarnya usai mengikuti rakor bersama Menteri Pertanian.

Mudyat pun memberikan apresiasi terhadap semangat tinggi yang ditunjukkan oleh Menteri Amran.

Ia menilai, dorongan dari pemerintah pusat mampu membangkitkan motivasi di tingkat daerah, termasuk PPU yang memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Kaltim.

“PPU siap menjadi bagian penting dalam langkah besar ini. Kami sudah bergerak, tinggal terus ditingkatkan dan diperluas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dukungan pemerintah pusat yang mulai terasa nyata, seperti bantuan pupuk, alat pertanian modern, serta kemudahan lainnya.

Baca Juga:  TTG XI Tingkat Provinsi Berakhir, Semangat Inovasi Terus Menyala

Hal ini dinilai akan mempercepat pencapaian target swasembada di wilayahnya.

Sementara itu, Menteri Amran Sulaiman menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan seluruh jajaran daerah di Kaltim.

Ia menyebut Kaltim sebagai wilayah strategis yang punya peluang besar menjadi episentrum pertanian masa depan.

“Kaltim bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri, tapi juga berpeluang memasok daerah lain hingga pasar luar negeri,” kata Mentan dengan penuh optimisme.

Ia juga mengungkapkan capaian luar biasa sektor pertanian nasional di awal 2025.

Berdasarkan data BPS, produksi padi melonjak 51,45%, sedangkan jagung naik 39,02%. Sektor pertanian menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional, mencapai 10,52%.

Baca Juga:  Wabup Waris Resmi Tutup Liga Ramadhan Cup 2025

“Stok beras nasional kini 3,5 juta ton, tertinggi dalam 23 tahun terakhir. Yang lebih membanggakan, semua hasil panen lokal tanpa impor sebutir pun,” tegasnya.

Keberhasilan ini tak lepas dari strategi menyeluruh yang meliputi pencetakan lahan baru (OPLAH), modernisasi alat mesin pertanian (Alsintan), serta program regenerasi petani melalui Brigade Pangan yang melibatkan generasi muda.

Semangat kolaboratif antara pusat dan daerah seperti ini diharapkan terus tumbuh, membawa Indonesia menuju swasembada pangan sejati—dengan Kaltim sebagai salah satu tulang punggung utamanya. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PPU Kekurangan Dokter Hewan, Tiga Tenaga Layani Empat Kecamatan
Empat Sekolah Raih Adiwiyata di PPU, Uang Pembinaan Masih Menunggu SK Bupati
Hanya Satu Calon Lolos Verifikasi, DLH PPU Tekankan Konsistensi Pengabdian untuk Kalpataru
DLH PPU Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Saat Kemarau, Cegah Api Meluas ke Lahan Kering
Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih PPU Masih Menunggu Aturan Teknis, Dinkes Soroti Legalitas
Labkesda PPU Belum Bisa Dibangun, Usulan Anggaran Rp24,5 Miliar Masih Menunggu Kepastian
Digitalisasi Pemantauan Obat di PPU Diperkuat, Dinkes Dorong Pengelolaan Farmasi Terintegrasi
Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:20 WITA

PPU Kekurangan Dokter Hewan, Tiga Tenaga Layani Empat Kecamatan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Empat Sekolah Raih Adiwiyata di PPU, Uang Pembinaan Masih Menunggu SK Bupati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WITA

Hanya Satu Calon Lolos Verifikasi, DLH PPU Tekankan Konsistensi Pengabdian untuk Kalpataru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WITA

DLH PPU Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Saat Kemarau, Cegah Api Meluas ke Lahan Kering

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih PPU Masih Menunggu Aturan Teknis, Dinkes Soroti Legalitas

Berita Terbaru