Lintasjejaring.com, Penajam – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengintensifkan upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan gotong royong lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan kampanye edukasi di media sosial. Sabtu (17/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026. Selain memastikan kawasan publik tetap bersih dan tertata, pemerintah daerah berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar turut menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Sekretaris DLH PPU, Syamsiah, mengatakan kegiatan Jumat Bersih tetap dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, terutama instansi yang menjalankan tugas secara langsung di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau *work from home* (WFH) pada instansi tertentu tidak menghentikan pelaksanaan kegiatan kebersihan.
“Pada hari Jumat, dinas-dinas lain yang tidak sedang WFH tetap turun melaksanakan tugas bersama untuk bersih-bersih lingkungan,” ujar Syamsiah.
Kawasan Publik Jadi Sasaran Gotong Royong
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Jumat Bersih menyasar sejumlah kawasan strategis dan fasilitas umum yang membutuhkan pemeliharaan kebersihan secara rutin.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut adalah kawasan Kelurahan Nenang hingga area pasar. Pembersihan dilakukan untuk menjaga kondisi lingkungan tetap nyaman sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.
Syamsiah menjelaskan, keterlibatan berbagai OPD menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan kebersihan berjalan secara terkoordinasi. Dengan kerja sama lintas instansi, pemeliharaan lingkungan diharapkan tidak hanya bertumpu pada DLH, tetapi menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah.
Persiapan menuju penilaian Adipura 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi kegiatan kebersihan di berbagai wilayah. Menurutnya, lingkungan yang bersih perlu dijaga melalui kegiatan rutin, bukan hanya ketika penilaian akan dilaksanakan.
Media Sosial Jadi Sarana Edukasi Lingkungan
Selain mengandalkan kegiatan gotong royong, DLH PPU memanfaatkan media sosial untuk memperluas penyampaian informasi dan edukasi mengenai kebersihan lingkungan.
Instagram dan Facebook digunakan untuk memublikasikan aktivitas petugas, mendokumentasikan pelaksanaan Jumat Bersih, serta menyampaikan pesan kepada masyarakat agar ikut menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
Syamsiah menyebut, pengelolaan media sosial dilakukan secara aktif dengan melibatkan petugas yang bertanggung jawab mengawal dokumentasi kegiatan dan mengunggahnya kepada publik.
“Instagram dan Facebook kami terus aktif. Setiap Jumat semua kegiatan dipantau, dan ada petugas yang betul-betul mengawal serta mengunggah dokumentasinya,” tuturnya.
Melalui publikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah sekaligus terdorong untuk menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi melalui media sosial juga menjadi pelengkap kegiatan lapangan. Jika gotong royong berfokus pada penanganan kebersihan secara langsung, publikasi digital berfungsi memperluas jangkauan pesan dan membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Kebersihan Berkelanjutan Jadi Kunci
DLH PPU menilai keberhasilan menjaga kebersihan wilayah tidak hanya ditentukan oleh aktivitas petugas maupun program pemerintah. Partisipasi masyarakat juga diperlukan, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga menjaga fasilitas umum agar tidak tercemar.
Karena itu, kegiatan Jumat Bersih dan kampanye melalui media sosial diharapkan berjalan beriringan untuk membentuk kebiasaan menjaga lingkungan secara konsisten.
Syamsiah berharap berbagai langkah yang dilakukan dapat mendukung terciptanya kawasan perkotaan dan fasilitas publik yang bersih, tertata, serta nyaman bagi masyarakat.
“Melalui langkah tersebut, kita berharap kebersihan kawasan perkotaan dan fasilitas publik dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen DLH PPU dalam memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus mempersiapkan daerah menghadapi penilaian Adipura 2026.
(Mat/ADV)










