Lawan Api Hingga Debu, Petugas BPBD PPU Akan Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret petugas BPBD PPU memadamkan karhutla hingga larut malam. (Dok.Pusdalopsbpbdppu)

Foto: Potret petugas BPBD PPU memadamkan karhutla hingga larut malam. (Dok.Pusdalopsbpbdppu)

Lintasjejaring.com, Penajam – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) harus menghadapi risiko tinggi saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rabu, (23/09/2026)

Mereka tidak hanya berhadapan dengan kobaran api. Panas, asap dan debu juga terus mengiringi proses pemadaman. Dalam beberapa penanganan, personel BPBD PPU harus bertahan di lokasi selama berjam-jam. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mulai menyiapkan pemeriksaan kesehatan khusus bagi petugas lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan pihaknya belum menjalankan pemeriksaan tersebut. Namun, BPBD sudah berkoordinasi dengan RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dan Dinas Kesehatan PPU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk pemeriksaan belum kami lakukan, meskipun RSUD dan Dinas Kesehatan sudah membuka ruang,” kata Nurlaila, Selasa (22/09/2026).

Nurlaila menggambarkan kondisi petugas saat berada di sekitar titik kebakaran. Mereka harus bekerja di tengah suhu tinggi sambil menghadapi asap dan debu. Situasi itu membuat tubuh petugas menerima paparan dari berbagai material selama proses pemadaman.

“Panas, asap, api, debu, itu empat material yang semua masuk ke kita, kita hirup,” ujarnya.

BPBD PPU pun berupaya menjaga stamina personel selama bertugas. Petugas membawa persediaan air minum dan mendapat minuman tambahan ketika operasi berlangsung dalam waktu lama.

Baca Juga:  Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut

Langkah tersebut penting karena petugas harus menguras tenaga saat mengejar titik api di medan yang tidak selalu mudah dijangkau.

Masker Jadi Tantangan di Lapangan

Perlindungan pernapasan juga menjadi perhatian BPBD PPU. Petugas membutuhkan masker standar untuk mengurangi paparan asap dan debu. Namun, penggunaan masker dalam waktu lama tidak selalu mudah bagi seluruh personel.

“Masker saja harus menggunakan masker yang standar, tapi kan tidak semua juga teman-teman yang mampu menggunakan,” kata Nurlaila.

Kondisi lapangan membuat petugas harus menyesuaikan perlengkapan dengan kemampuan bergerak dan kondisi medan.

Baca Juga:  Fabio Lefundes Soroti Kendala Logistik Borneo FC, Pemain Tetap Siap Hadapi Laga

Karena itu, BPBD tidak hanya fokus pada pemadaman api. Kondisi fisik personel juga perlu mendapat perhatian setelah mereka menyelesaikan tugas.

Keluhan Lebih Banyak Kelelahan dan Cedera Ringan

Sejauh ini, BPBD PPU belum menemukan kasus luka bakar serius pada personel selama penanganan karhutla.

Namun, pekerjaan di lapangan tetap menimbulkan keluhan fisik. Beberapa petugas mengalami kelelahan, sakit pinggang hingga luka ringan pada lutut.

“Memang kalau sakit pinggang, kelelahan, lutut mungkin lecet-lecet ada saja seperti itu,” tuturnya.

Nurlaila juga merasakan langsung risiko tersebut ketika turun ke lokasi kebakaran. Ia mengaku pakaian yang dikenakannya sempat terbakar karena terlalu dekat dengan api.

“Paling pakaiannya saja yang terbakar. Kayak saya, jilbab saya terbakar semua, bolong-bolong,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa risiko tidak hanya muncul ketika api membesar. Posisi petugas yang harus mendekati sumber api juga dapat membahayakan keselamatan mereka.

Baca Juga:  Abdul Waris Harapkan Penindakan Tegas Terhadap Illegal Fishing Di Berau, Sebut Praktik Ilegal Rugikan Nelayan Lokal

Pemeriksaan Kesehatan Segera Dijadwalkan

Melihat tingginya risiko di lapangan, BPBD PPU akan menjadwalkan pemeriksaan kesehatan bagi personel yang menangani karhutla.

BPBD akan menggandeng RSUD RAPB dan Dinas Kesehatan PPU dalam pemeriksaan tersebut. Pemerintah daerah ingin mengetahui kondisi kesehatan petugas setelah mereka bekerja di tengah panas, asap dan debu.

Pemeriksaan juga menjadi langkah untuk memastikan petugas tetap dalam kondisi baik setelah menjalankan operasi pemadaman.

“Akan dilakukan, iya. Kami akan jadwalkan pemeriksaan kesehatan dan meminta RSUD atau Dinkes untuk memfasilitasi,” pungkas Nurlaila dengan tegas.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Pelajar PPU Berpeluang Ikuti Seleksi SNT, Sekolah Standar Internasional Akan Dibangun Di Babulu
Anggaran RSUD RAPB PPU Belum Pasti, Pemkab Siapkan Opsi Pangkas Ruangan Tanpa Kurangi Fungsi
Pemkab PPU Petakan 6.340 ASN, Redistribusi Pegawai Jadi Pilihan Sebelum Buka Formasi Baru
Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
Kepala Desa Sesulu Siapkan Tabligh Akbar, Ustaz Riza Muhammad Akan Hadir dari Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:53 WITA

Ribuan Pelajar PPU Berpeluang Ikuti Seleksi SNT, Sekolah Standar Internasional Akan Dibangun Di Babulu

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

Lawan Api Hingga Debu, Petugas BPBD PPU Akan Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Senin, 21 September 2026 - 17:19 WITA

Anggaran RSUD RAPB PPU Belum Pasti, Pemkab Siapkan Opsi Pangkas Ruangan Tanpa Kurangi Fungsi

Senin, 21 September 2026 - 16:35 WITA

Pemkab PPU Petakan 6.340 ASN, Redistribusi Pegawai Jadi Pilihan Sebelum Buka Formasi Baru

Senin, 14 September 2026 - 17:13 WITA

Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut

Berita Terbaru